PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Harga Bawang Langsung Turun Menjadi Rp 25 Ribu setelah ada Penggerebekan di Gudang

pt rifan financindo

Kemtan dan Bareskrim Polri menggerebek gudang penimbunan bawang putih | pt rifan financindo

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bawang putih yang ditimbun mencapai 182 ton. Penggerebekan ini dilakukan seiring dengan lonjakan kenaikan bahan pangan, di antaranya bawah putih di pasaran.

Kementerian Pertanian dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek gudang penimbunan bawang putih di daerah Marunda, Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/5).

Harga bawang putih di pasar, sambung Amran, menyentuh Rp 45.000 per kilogram di Jakarta. Kondisi ini telah berlangsung selama sepekan. Di Jateng, harga bawang putih bahkan berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 60.000. “Setelah digerebek, kita langsung operasi pasar. Tadinya, harga berada di kisaran Rp 45.000, terus turun Rp 38.000. Sekarang sudah Rp 25.000 di Pasar Kramat Jati,” tutur Amran.

Amran menyebut, gudang tersebut milik perusahaan importir besar bernama PT Tunas Perkasa Indonesia (TPI). “Saya mendapatkan informasi, lalu berkoordinasi dengan polisi melakukan penyelidikan selama tiga hari. Hasilnya, kita tangkap, Rabu, subuh tadi,” ujarnya.

Ia mengingatkan, jangan ada pihak-pihak yang mencoba menimbun dan mempermainkan harga kebutuhan pokok lainnya jelang puasa. Ia memastikan, Satgas Pangan yang telah dibentuk akan langsung bergerak cepat untuk mengusutnya. “Kuat dugaan ini mengarah ke kartel. Kami menyerahkan penyelidikan selanjutnya kepada polisi agar ditindak pidana,” tegasnya.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, Satgas Pangan dibentuk untuk memerangi kartel pangan seperti beras, cabai, bawang dan pangan lainnnya. Kartel mengakibatkan harga pangan tidak terkendali sehingga menyengsarakan masyarakat. “Tadi bawang yang ditemukan ada sebanyak 182 ton. Ini bisa memengaruhi harga bawang jelang bulan Ramadan, ” tegas Syafruddin.

Lebih jauh Syafruddin mengimbau para kartel dapat menghentikan kegiatannya yang merugikan masyarakat. “Kalau tidak dihentikan maka akan berhadapan dengan hukum,” kata Syafruddin.

Sementara itu, Menteri Amran mengingatkan, agar jangan ada yang main-main terkait pangan. Apalagi penimbunan pangan seperti di Marunda. “Yang main-main, izin importirnya akan dicabut!” tegas Amran.

Mentan mengatakan akan terus berupaya memantau seluruh importir yang berjumlah 42. “Dulu katanya 2 bulan sebelum Ramadan harga bergejolak. Tetapi tahun ini gejolak itu tidak ada kecuali bawang putih,” kata Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Pengendalian Harga Bahan Pokok dan Makanan Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya menjelaskan temuan penimbunan 182 ton bawang putih berawal dari info Kementerian Pertanian dua hari lalu.

Satgas yang berada di tingkat Polres, Polda dan Mabes serta sinergi dari sejumlah lembaga dan kementerian, seperti KPPU dan Bulog ini kemudian segera menindak tegas perusahaan yang mengimpor bawang putih kemudian didistribusikan melalui Surabaya dan Medan. “PT TPI tidak hanya memasok dari Surabaya saja, tetapi juga dari Medan. Kita tahu di situlah kita dapatkan gudang menimbun termasuk ada truk yang baru masuk dari Medan,” kata dia.

Ada pun PT TPI akan dicabut perizinan impornya dari Kemendag dan tidak lagi mendapatkan rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian.

Selain bawang putih yang ada di gudang, ada sebuah truk yang juga berisi bawang putih yang dipasang garis polisi. Truk besar bernomor polisi BK 8669 TF itu diparkir di dalam kawasan gudang PT TPI.

Jaya menyebut truk tersebut baru tiba pada Selasa (16/5). Di dalam truk tersebut, menurutnya, ada bawang putih sekitar 50 ton. Jaya mengatakan, total bawang putih yang disegel oleh polisi beratnya tidak sampai 182 ton. “Kurang lebih stok tak lebih dari 75 ton total yang di mobil dan di gudang,” ujarnya.

Jaya menyebut bawang putih ini berasal dari Medan, Sumatera Utara. Bawang ini diimpor dari India dan China.

Polisi telah memasang garis polisi di rak tempat menaruh bawang putih yang ada di dalam gudang PT TPI. Perusahaan ini memiliki jasa penyimpanan hortikultura. “Di sini gudang hortikultura. Ada bawang putih, bawang bombay, cabe kering dan lada juga,” kata Marketing Manager PT TPI, Jaya Sartika saat ditemui di lokasi, Jalan Marunda Makmur No 11, Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu.

Pantauan di lokasi, ada dua buah rak berisikan bawang putih di dalam gudang tersebut yang dipasang garis polisi. Bawang putih tersebut masih ada dalam karung-karung yang disusun berjajar di kedua rak. “Bawang putih yang ada di rak dalam gudang beratnya sekitar 25 ton,” ucapnya.

Diduga Timbun Bawang Putih Selundupan, PT TPI: Kami Punya Dokumen | pt rifan financindo

Diketahui gudang dan truk tersebut milik PT Tunas Perkasa Indonesia (TPI) yang memiliki jasa penyimpanan hortikultura. Marketing Manager PT TPI, Jaya Sartika mengatakan sudah memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyegel sebuah truk dan sebuah gudang yang berisikan bawang putih. Di sana diduga terjadi penyelundupan dan penimbunan bawang putih.

“Kemarin ada pemeriksaan dari Bareskrim mengenai dokumentasi dari pengadaan bawang impor jenis bawang putih. Dari pemeriksaan itu memang diindikasikan adanya penimbunan. Tapi kami sudah klarifikasi dari inbound maupun outbond dari posisi produk kami di gudang sepertinya tidak terjadi penimbunan,” kata Jaya Sartika saat ditemui di lokasi, Jalan Marunda Makmur No 11, Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/5/2017).

Pantauan di lokasi, ada dua buah rak berisi bawang putih di dalam gudang yang dipasang garis polisi. Selain itu ada truk besar bernomor polisi BK 8669 TF yang bermuatan bawang putih yang juga dipasangi garis polisi.

“Dokumen pengiriman barang tersebut ada perbedaan antara surat jalan dengan isi barang. Jadi itu yang kemungkinan pengiriman di Medan salah dalam memberikan surat jalan. Itu yang diminta klarifikasi dari pihak Bareskrim,” ujarnya.

Jaya mengatakan, terkait bawang putih yang ada di dalam truk memang ada dokumen yang belum lengkap. Tapi pada hari ini, dokumen tersebut akan dilengkapinya.

“Kedua, adanya dokumen yang tidak lengkap dari salah satu mobil pengirim yang kemarin datang. Kemarin ternyata ada dokumen yang belum dilengkapi dan hari ini akan kita lengkapi. Kami juga punya dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya menduga bawang putih itu diselundupkan dari China dan India. Hal ini didasari atas ketidaklengkapan dokumen importasi yang ada.

Sebanyak tiga orang yaitu pemilik gudang, pemilik bawang putih dan sopir truk sempat diamankan polisi. Bawang tersebut diduga akan dijual saat harganya tengah naik.

Pada Rabu ini, Jaya mengatakan sudah ada perwakilan perusahaannya yang datang ke Bareskrim untuk memberikan klarifikasi terkait dokumen bermasalah tersebut. “Hari ini tim saya, Pak Feri sedang ke Bareskrim untuk melakukan klarifikasi dokumen,” kata dia.

Jaya mengatakan, ketika dokumen sudah lengkap, aktivitas di perusahaannya sudah dapat berjalan kembali. Namun, bawang putih yang ada harus cepat dilempar ke pasar dan dijual dengan harga rekomendasi pemerintah.

“Jadi begitu sudah lengkap dokumen, bisa beraktivitas seperti biasa kembali. Silakan barang dikirimkan secepatnya ke pasar sesuai harga yang dianjurkan pemerintah. Itu pesan dari kepolisian. Tidak ada indikasi kalau kita jual dengan harga lebih tinggi dan menimbun barang,” ungkapnya.

Pagi tadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan sempat datang mengecek ke lokasi tersebut.

Jaya menyebut ada perbedaan antara surat jalan dengan isi barang yang ada dalam truk terkait dengan total berat muatan bawang putih.

Dia mengatakan truk tersebut baru tiba pada Selasa (16/5) kemarin. Di dalam truk tersebut, menurutnya ada bawang putih sekitar 50 ton. Jaya mengatakan, total bawang putih yang disegel oleh polisi beratnya tidak sampai 182 ton.

“Kurang lebih stok tak lebih dari 75 ton total yang di mobil dan di gudang. Dari surat jalan yang kami terima hanya sekitar 58 ton,” tuturnya.

Bawang putih tersebut dikirim dari Medan, Sumatera Utara. Bawang ini diimpor dari India dan China.

Penimbunan bawang putih 182 ton penyebab harga bergejolak | pt rifan financindo

Mentan bersama Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Iriawan berhasil mengungkap penimbunan bawang putih yang dilakukan oleh PT LBU di sebuah gudang di Marunda, Rabu pagi.

“Tadi subuh kami bergerak. Kami sudah komunikasi ke lapangan, ini yang memengaruhi harga bergejolak. Sebenarnya secara teknis tidak ada alasan harga bergejolak karena sebagian besar bawang putih diimpor,” kata Menteri Amran pada operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan temuan penimbunan bawang putih sebanyak 182 ton di Marunda menjadi salah satu penyebab harga komoditas tersebut bergejolak hingga mencapai Rp55-60 ribu per kilogram di pasaran.

Selain itu, Amran meminta seluruh pengusaha dapat menjaga kestabilan harga bawang putih menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri serta tidak menimbun barang.

“Kami imbau seluruh pengusaha kecil, menengah, besar seluruh Indonesia, kami minta tolong dijaga ketenangan harga dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. Dijaga agar harga tidak fluktuasi, tolong jangan disimpan di gudang,” kata dia.

Ia menjelaskan setelah Polisi mengungkap penimbunan tersebut, harga bawang putih di pasar Jabodetabek diharapkan berangsur turun, yakni dari Rp45.000 per kg menjadi di bawah Rp38.000 per kg di level konsumen sesuai kesepakatan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan 42 perusahaan importir.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Pengendalian Harga Bahan Pokok dan Makanan Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya menjelaskan temuan penimbunan 182 ton bawang putih berawal dari info Kementerian Pertanian dua hari lalu.

Ada pun PT LBU akan dicabut perizinan impornya dari Kemendag dan tidak lagi mendapatkan rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian.

Satgas yang berada di tingkat Polres, Polda dan Mabes serta sinergi dari sejumlah lembaga dan kementerian, seperti KPPU dan Bulog ini kemudian segera menindak tegas PT LBU yang mengimpor bawang putih kemudian didistribusikan melalui Surabaya dan Medan.

“PT LBU tidak hanya memasok dari Surabaya saja, tetapi juga dari Medan. Kita tahu di situlah kita dapatkan gudang menimbun termasuk ada truk yang baru masuk dari Medan,” kata dia.

pt rifan financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s