PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Sudah Tahu? BI Sedang Uji Coba Gerbang Pembayaran Nasional

rifanfinancindo

BI saat ini sedang menyiapkan teknis operasional | rifanfinancindo

Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, saat ini bank sentral sedang melakukan uji coba teknis dan operasional untuk uang elektronik dan kartu debit domestik.

“Kami akan lanjutkan uji coba hingga sistem stabil kami harap Peraturan BI (PBI) bisa keluar Mei dan kita bisa implementasi di Juli,” ujar Onny

Bank Indonesia (BI) saat ini sedang mengembangan National Payment Gateway (NPG) atau sebuah sistem untuk memproses transaksi pembayaran secara elektronik seperti kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik di dalam negeri.

BI menyebutkan saat ini pemrosesan transaksi kartu debit domestik masih ada yang dilakukan di luar negeri. Menurut BI, NPG ini bisa meningkatkan ketahanan, kemandirian dan meningkatkan daya saing sistem pembayaran dalam negeri.

BI sebelumnya sudah menggandeng 4 bank nasional yang transaksi kartu debitnya mewakili 75% transaksi debit nasional, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Keempat bank ini akan bertindak sebagai acquirer yakni mampu melakukan kerja sama dengan pedagang untuk memproses transaksi dari uang elektronik yang diterbitkan.

Kemudian, BI juga menggandeng 3 perusahaan prinsipal antara lain Artajasa Pembayaran Elektronis, Alto Network dan Rintis Sejahtera. Ketiga lembaga ini akan membangun infrastruktur yang berfungsi sebagai pusat penghubung penerusan data transaksi pembayaran melalui jaringan yang menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, uang elektronik atau transfer dana.

Selama ini kartu debit dan kredit di Indonesia masih menggunakan jaringan internasional seperti Visa dan MasterCard yang pemrosesan data pembayaran dilakukan di luar negeri.

Nantinya, dengan NPG seluruh pemrosesan data pembayaran dilakukan di Indonesia. Dengan ini BI mengharapkan bisa terjadi efisiensi dan kedaulatan sistem pembayaran nasional.

Dia menyebutkan, BI saat ini sedang menyiapkan teknis operasional, sisi bisnis dan sisi kelembagaan yakni lembaga standar dan servis.

Menurut Onny, di NPG ini BI mengedepankan interkoneksi dan interoperabilitas. Kemudian mempersilakan yang siap untuk berpartisipasi dan tidak melakukan monopoli.

“Sementara saat ini sudah ada bank yang memiliki kapabilitas dan kapasitas yang memadai,” ujar dia.

Gerbang Pembayaran Nasional Bisa Mulai Dipakai Juli 2017 | rifanfinancindo

Bank Indonesia (BI) sedang mengembangkan National Payment Gateway (NPG) alias Gerbang Pembayaran Nasional yang ditargetkan bisa implementasi pada Juli mendatang. Saat ini BI mengaku sedang melakukan uji coba dan bersiap mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait NPG.

Ada empat bank yang digandeng BI untuk pengembangan gerbang pembayaran nasional ini keempat bank ini mewakili 75% transaksi debit nasional, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Keempat bank ini akan bertindak sebagai acquirer yakni mampu melakukan kerja sama dengan pedagang untuk memproses transaksi dari uang elektronik yang diterbitkan.

Sebenarnya, apa itu NPG? Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, NPG merupakan sistem untuk memproses transaksi pembayaran yang menggunakan kartu, baik ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik di dalam negeri.

Onny menjelaskan, selama ini kartu debit bank A bisa digunakan di mesin electronic data capture (EDC) bank B. Hal tersebut karena kartunya menggunakan teknologi dari logo internasional yang menempel di kartu tersebut, misalnya Visa atau Mastercard.

Pasti muncul pertanyaan, kenapa di dalam negeri? Bukankah selama ini transaksi pembayaran juga dilakukan di dalam negeri?

“Ya memang bisa transaksi, karena di kartu itu ada logo dan menggunakan mesin EDC internasional, tapi pemrosesan datanya (routing) dilakukan di luar Indonesia, kalau dengan NPG nanti akan di sini,” ujar Onny

Diharapkan, dengan NPG EDC di merchant bisa memproses berbagai jenis kartu debit.

“Sehingga kami perkirakan jumlah EDC yang ada di merchant bisa berkurang, sekarang kalau dilihat mesin EDC-nya banyak kan, berjajar di meja kasir,” ujarnya.

Onny juga menyebutkan, nantinya akan ada logo domestik atau nasional untuk kartu-kartu baru yang terbit setelah NPG sudah diimplementasikan.

Dengan NPG ini, nantinya seluruh transaksi akan dilakukan di dalam negeri. Jadi data transaksi pembayaran tidak perlu diteruskan ke luar negeri.

Onny menjelaskan, Indonesia membutuhkan NPG karena untuk efisiensi atau meringkaskan sistem pembayaran ritel. Kemudian dengan NPG ini bisa meningkatkan ketahanan, kemandirian dan meningkatkan daya saing sistem pembayaran dalam negeri.

Dia menyebutkan, untuk tahap pertama implementasi NPG adalah membuat kartu debit bank A bisa diterima di seluruh merchant atau toko yang menyediakan pembayaran menggunakan mesin EDC.

NPG akan Pakai Logo Domestik, Bukan Lagi Visa atau Mastercard | rifanfinancindo

Bank sentral menyebutkan, NPG berkonsep menghubungkan transaksi pembayaran secara nasional. Jadi, nantinya di kartu debit, kartu kredit dan uang elektronik tak lagi menggunakan Visa atau MasterCard seperti yang sudah ada selama ini.

Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi National Payment Gateway (NPG) atau gerbang pembayaran nasional bisa dilakukan Juli mendatang. Nantinya, akan ada logo domestik atau nasional untuk menggantikan logo internasional sebelumnya.

Lembaga standard bertujuan untuk memastikan jika alat pembayaran ritel seperti katu debit sudah memenuhi standar agar bisa diterima atau diproses di seluruh devices/reader/mesin electronic data capture (EDC). Kemudian memastikan alat-alat tersebut bisa menerima dan memproses alat bayar seperti kartu debit.

“Nanti akan ada logo domestik atau nasional di kartunya,” ujar Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko

Menurut Onny untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan penyelenggara NPG yang terdiri dari Lembaga Standard, Lembaga Switching dan Lembaga Sevices.

“Ketiga lembaga ini masing-masing akan menjaga interkoneksi dan interoperabilitas yang optimal,” ujarnya.

Onny menjelaskan, NPG sendiri berkonsep interkoneksi lintas switching domestik yang bertujuan untuk mewujudkan interkoneksi dan interoperabilitas instrumen pembayaran ritel nasional.

rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s