PT Rifan Financindo

Strategi Investasi Saat Indonesia Makin Menarik

Peringkat layak investasi untuk surat utang Pemerintah Indonesia | PT Rifan Financindo

609189_620
PT Rifan Financindo 

“Secara historis ketika ada amnesti pajak efeknya 2-3 bulan. Ada nya efek S&P sekitar 2-3 bulan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Senin (29/5/2017).Sedangkan dampak kenaikan peringkat surat utang pemerintah Indonesia oleh S&P ke pasar saham, menurut Rudiyanto untuk jangka menengah panjang. Hal itu mengingat ada banyak faktor baik dari luar negeri dan dalam negeri yang mempengaruhi kondisi pasar saham Indonesia.”Banyak faktor mulai dari (wacana) pemakzulan Donald Trump, kondisi inflasi terutama ada momen Lebaran, kondisi pergerakan dolar Amerika Serikat dan Rupiah,” tutur Rudiyanto.

Adapun sentimen bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni 2017, menurut Rudiyanto hal itu telah diantisipasi pelaku pasar.Sementara itu, Direktur PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menuturkan, ada kenaikan peringkat surat utang pemerintah Indonesia dapat mendorong aliran dana investor asing terutama dari Jepang untuk masuk ke portofolio investasi di Indonesia.

Peringkat layak investasi untuk surat utang Pemerintah Indonesia oleh lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) akan berdampak positif untuk portofolio investasi di Indonesia.Lembaga pemeringkat internasional S&P menyematkan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- atau layak investasi dengan outlook stabil pada 19 Mei 2017. Dengan peringkat ini berarti Indonesia jadi negara yang layak investasi. S&P melihat ada sejumlah perbaikan makro ekonomi Indonesia.

Pengamat obligasi I Made Saputra menuturkan, peringkat layak investasi untuk surat utang pemerintah dari S&P tersebut membuka peluang aliran dana investor asing untuk masuk ke Indonesia.Selain itu, peringkat layak investasi untuk surat utang pemerintah dari S&P, menurut Made juga membantu pemerintah menurunkan beban bunga utang obligasi baik dalam denominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah.

“Setiap kenaikan satu notes dari BB+ menjadi BBB- bisa menurunkan sekitar 25 basis poin,” ujar Made.Head of Operation and Business Development PT Panin Asset Management Rudiyanto menuturkan, peringkat layak investasi oleh S&P untuk surat utang pemerintah Indonesia berdampak langsung ke obligasi atau surat utang pemerintah dan reksa dana pendapatan tetap.Rudiyanto menilai, sejak kenaikan peringkat surat utang pemerintah oleh S&P, imbal hasil reksa dana pendapatan tetap naik 1 persen. Namun, efek kenaikan peringkat layak investasi oleh S&P ke obligasi dan investasi dengan portofolio obligasi menurut Rudiyanto berjangka pendek.

Setelah Indonesia Layak Investasi | PT Rifan Financindo

Sedangkan di pasar saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) turut meningkat tajam, dari 5.645 pada Kamis ke 5.791 pada hari pengumuman S&P, walau terkoreksi sesudahnya dan turun kembali ke tingkat 5.700 pada 24 Mei. Dengan masuknya aliran dana asing yang cukup besar, nilai rupiah ikut menguat ke 13.325 per dolar Amerika Serikat pada hari itu, dari 13.356 sehari sebelumnya. Lalu menguat lagi ke Rp 13.311 pada 24 Mei.Lembaga pemeringkatan selalu mengingatkan bahwa yang mereka ukur adalah kapasitas atau “kemampuan” peminjam membayar kembali (capacity to repay), serta “kemauan” membayar kembali (willingness to repay) utang.

Kapasitas pengembalian yang dilihat adalah kesehatan mengelola keuangan fiskal, yakni antara pendapatan pajak dan pengeluaran belanja, sehingga ada cukup dana untuk mengembalikan utang. Dan, jika pendapatan pajak menurun, seberapa jauh pemerintah memiliki kemampuan untuk dapat menurunkan belanja negara, seperti memangkas subsidi dan melakukan penghematan serta perampingan lain.Pemerintah Jokowi cukup berhasil dalam hal ini. Hanya, faktor “kemauan” membayar, yang nantinya akan menentukan kelangsungan pembayaran kembali utang (repayment sustainability), agak lebih sulit diukur.

Faktor ini lebih bersifat kualitatif karena menyangkut pandangan pimpinan negara, juga iklim politik dan keamanan, di sepanjang periode utang itu berlangsung. Dengan memanasnya temperatur politik menjelang Pemilihan Umum 2019, yang sudah terasa dengan pilkada Jakarta bulan lalu, risiko terpilihnya pimpinan negara dan sikap terhadap pengembalian utang yang mungkin berubah akan meningkat. Jadi, walau ada “kemampuan” yang meningkat untuk membayar utang, belum tentu ada “kemauan” membayar yang serupa. Ini yang sering alot dibahas dalam komite penentuan peringkat di lembaga pemeringkatan.

Akhirnya lembaga pemeringkatan global S&P menaikkan peringkat utang pemerintah Indonesia ke BBB-, yaitu memasuki zona “layak investasi”. Ini suatu prestasi yang cukup berdampak karena mencerminkan utang pemerintah yang risikonya lebih aman bagi investor. Akibatnya, biaya bunga utang akan turun, sehingga meringankan beban anggaran pemerintah. Peringkat utang badan usaha milik negara atau swasta juga akan ikut turun, dan dari situ akan ada harapan baru untuk membantu pemulihan ekonomi kita. Sebaliknya, investor global, yang sering hanya dapat membeli utang atau obligasi yang berada di peringkat zona “layak investasi”, sinyal baru ini juga penting.

Sebab, peringkat utang yang jadi patokan atau yang berlaku bagi investor harus berupa penilaian terendah di antara dua atau tiga pemeringkat global. Dan, dari lembaga pemeringkat dunia: S&P, Moody’s, dan Fitch, hanya S&P yang belum memberi peringkat “layak investasi” bagi utang Indonesia.Dengan demikian, kenaikan peringkat ini membuka pintu yang lebih lebar bagi pembelian surat utang kita oleh para pemilik dana dan pemain global.Itulah yang terjadi pada Jumat, 19 Mei lalu, ketika beberapa menit setelah kenaikan peringkat diumumkan, para trader bank sibuk meladeni perintah beli. Akibatnya, bunga utang pemerintah turun 0,15-0,20 persen ke tingkat 6,9 persen.

Ini Pengaruh Investment Grade S&P ke Dompet Anda | PT Rifan Financindo

“Antara lain bisa mengundang investor konservatif dari Jepang,” terang Budi Hikmat, Kepala Ekonom dan Direktur Investor Relations Bahana TCW Investment Management, dalam keterangan tertulis kepada Halomoney.co.id. Selain pinjaman yang lebih mudah, biaya bunga yang didapat akan lebih murah. Akibatnya, perusahaan akan terdorong mendapatkan dana pinjaman untuk berbagai proyek dan kegiatan produktif sehingga menggulirkan ekonomi. Kedua, perusahaan-perusahaan yang akan terkena dampak positif ialah perusahaan di sektor perbankan, konstruksi, infrastruktur, properti, produsen semen, dan importir. Dampak positif akan dialami oleh enam sektor usaha itu terjadi secara berbeda-beda.

Ketiga, sektor perbankan akan lebih mudah dan murah untuk mendapatkan pinjaman valas sehingga penyaluran kredit lebih besar. Sedangkan sektor konstruksi dan infrastruktur akan diuntungkan dengan penurunan suku bunga pinjaman sehingga beban utang mereka akan berkurang. Sedangkan, perusahaan di sektor properti akan mendapatkan potensi pinjaman yang lebih besar dari bank untuk membiayai proyek propertinya. Produsen semen akan mengalami peningkatan penjualan karena sektor properti, konstruksi, dan infrastruktur mengalami pertumbuhan.

Kemudian, importir akan terbantu dengan penguatan rupiah akibat banyaknya dana asing masuk ke surat utang pemerintah dan pasar modal Indonesia. Keempat, dampak kenaikan rating ke keuangan pribadi masyarakat akan terjadi secara tidak langsung melalui berbagai saluran. Saluran pertama melalui instrumen investasi. Kedua melalui perusahaan yang terkena dampak positif, dan yang ketiga melalui perbaikan ekonomi.

Pekan lalu, ramai diberitakan kenaikan peringkat surat utang pemerintah Indonesia oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) dari BB+ speculative – non investment grade menjadi BBB- lower medium grade – investment grade. Banyak pihak gembira dengan kenaikan peringkat ini, terutama Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bendahara negara maupun sebagai pengelola anggaran negara. Kegembiraan itu dinilai wajar. Sebab, selama ini S&P terbilang pelit menaikkan peringkat Indonesia dibandingkan dua lembaga peringkat lain, yakni Moody’s Investor Services dan Fitch Ratings. Dengan demikian, sekarang lengkap sudah ketiga lembaga rating utang dunia ini memberikan peringkat investment grade kepada Indonesia, setidaknya untuk sementara ini.

Pertanyaannya, adakah dampak kenaikan peringkat surat utang ini bagi keuangan pribadi masyarakat? Jika ada, bagaimana dampak itu terjadi? Berikut ini penjelasan Halomoney.co.id, mengutip dari berbagai sumber. Pertama, kenaikan peringkat utang menjadi investment grade ini secara langsung memengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan akan semakin mudah mendapatkan pinjaman, terutama dari luar negeri karena investor asing yang tadinya terhambat masuk karena rating S&P belum investment grade, akan segera masuk dan membenamkan dananya di surat utang Indonesia.

PT Rifan Financindo 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s