Rifanfinancindo Berjangka

Holding BUMN Migas Rampung Dalam 2 Bulan

Pembentukan Holding BUMN Migas ditargetkan dalam 2 bulan | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 

  Rifanfinancindo Berjangka
Dia menambahkan, saham publik di PGAS tidak akan berubah jika perseroan menjadi entitas Holding BUMN Migas. Kepemilikan saham yang berubah ialah dari milik negara dialihkan kepada Pertamina.

Sekretaris Perusahaan PGAS Rachmat Hutama menyampaikan, hasil RUPSLB perusahaan hanya berlaku hinggga 60 hari mendatang. Jika dalam jangka waktu dua bulan PP Holding BUMN Migas belum ditandatangani Presiden, hasil RUPSLB ini batal demi hukum.

“Intinya pembentukan Holding Migas baru akan terealisasi jika PP holding dan akta pengambilalihan [saham pemerintah di PGAS kepada Pertamina] ditandatangani,” jelasnya.

Fajar menegaskan, dalam RUPLSB ini tidak ada peresmian pengambilan saham PGAS oleh Pertamina. Pasalnya, hal tersebut membutuhkan payung hukum PP Holding BUMN Migas, yang dilanjutkan dengan RUPS Pertamina sebagai induk usaha.

Persetujuan RUPSLB PGAS kemarin tentunya akan memuluskan langkah pembahasan Holding BUMN Migas. Untuk pembahasan skema teknis penggabungan PGAS dan Pertamina, sudah dibentuk Tim Implementasi Holding BUMN Migas. Tim tersebut terdiri dari unsur PGAS dan Pertamina, serta melibatkan tenaga ahli penunjang seperti bagian legal, auditor, dan finansial appraisal.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN sekaligus Komisaris Utama PGAS Fajar Harry Sampurno menyampaikan, dalam RUPS Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan Gas Negara, sebanyak 77,8% pemegang saham setuju agar perusahaan menjadi anggota Holding BUMN Migas. Artinya, secara prinsip pemegang saham setuju PGAS akan menjadi anak usaha Pertamina.

“Jadi berdasarkan keputusan RUPSLB tadi, PGN secara resmi mencopot status Persero-nya. Secara prinsip pemegang saham sudah setuju perusahaan masuk ke dalam Holding BUMN Migas,” tuturnya setelah acara RUPSLB PGAS, Kamis (25/1/2018).

Pembentukan Holding BUMN Migas ditargetkan dalam 2 bulan ke depan sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara Tbk., (PGAS).

Adapun, peresmian Holding BUMN Migas sendiri menunggu payung hukum Peraturan Pemerintah (PP) yang disetujui Presiden Joko Widodo. Setelah itu, Pertamina, sebagai induk perusahaan holding, akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

PP Holding Migas Ditargetkan Terbit dalam 60 Hari | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Oleh karena itu Akta Pengalihan Saham Seri B milik Pemerintah kepada Pertamina pun baru bisa dilaksanakan setelah PP Holding terbit,” ujar Rachmat.

Rachmat mengungkapkan, dari hasil RUPSLB pada hari ini hanya berlaku hingga 60 hari mendatang. Bila dalam 60 hari, PP Holding belum ditandatangani maka hasil RUPSLB pada hari ini batal demi hukum.

“Intinya, pembentukan holding migas baru akan terealisasi jika PP holding terbit dan Akta Pengalihan ditandatangani,” tutur Rachmat.

Perubahan anggaran dasar perseroan perlu dilakukan, agar rencana pemerintah membentuk holding migas bisa terwujud. “Pemerintah dalam hal ini mengalihkan seluruh saham Seri B milik negara di PGN menjadi setoran modal pada PT Pertamina (Persero),” kata Rachmat, di Jakarta, Kamis (25/1/2018).

‎Menurut Rachmat, proses pengalihan pengendalian saham pemerintah atas PGN ke Pertamina tak selesai di sini. Pasalnya, sampai saat ini Rancangan PP Holding belum ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

( Baca : Warga Timur Indonesia Siap Nikmati Jaringan Gas )

Pembentukan induk usaha (holding) minyak dan gas bumi (migas) masih menunggu ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penerbitan payung hukum tersebut ditargetkan maksimal 60 hari.

‎Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), sebesar 77,8 pemegang saham yang hadir dalam rapat tersebut menyetujui perubahan anggaran dasar berupa pengalihan saham seri B atau milik negara di PGN ke Pertamina.

 

Skema merger Perusahaan Gas Negara masih digodok | PT Rifan Financindo Berjangka

Namun yang pasti, RHB Sekuritas menilai merger keduanya akan positif bagi PGAS. Pertagas memiliki margin kotor yang lebih tinggi. Sehingga, setelah merger, laba PGAS akan naik signifikan, menjadi sekitar US$ 400 juta.

Merger tersebut juga akan berdampak positif bagi pendapatan PGAS. Setidaknya, potensi pemasukan PGAS lebih besar, mengingat emiten ini punya jalur pipa gas sekitar 7.500 kilometer (km) dan Pertagas sepanjang 3.000 km.

“Jadi, total nanti lebih dari 10.000 km. Bukan hanya mempermudah distribusi gas Indonesia bagian barat dan tengah, merger ini akan memudahkan distribusi gas hingga Indonesia Timur,” kata Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama PGAS.

Lantaran skema merger PGAS belum jelas, Norman masih neutral dengan saham PGAS. Target harganya masih dihitung ulang.

Harga saham PGAS kemarin menyusut 1,49% menjadi Rp 2.650 per saham. Namun sejak awal tahun hingga kemarin, harga PGAS sudah melambung setinggi 51,43%.

Hingga akhir September 2017, valuasi PGAS mencapai US$ 3,17 miliar. Posisi net gearing PGAS masih di level 0,46 kali. “Oleh karena itu, menurut kami, akuisisi berdasarkan nilai valuasi Pertagas akan layak,” tulis Norman dalam riset 24 Januari.

Pinjaman juga paling ideal lantaran jika akuisisi dilakukan dengan pendanaan dari rights issue, belum tentu saham baru yang dilepas akan diserap pasar seluruhnya. Jika rights issue, ini juga bergantung nilai valuasi Pertagas. “Kecuali, jika valuasi Pertagas ada di bawah US$ 1,75 miliar, hal tersebut akan positif bagi pemegang saham minoritas,” jelas Norman.

Awalnya, dana itu akan digunakan untuk keperluan merger tersebut. Sehingga pada Desember 2015, PGAS menarik seluruh fasilitas pinjaman itu. “Dananya saat ini masih ada di kas kami,” ujar Sekretaris Perusahaan PGAS Rachmat Hutama.

Analis RHB Sekuritas Norman Choong menghitung, valuasi Pertagas di kisaran US$ 1,75 miliar hingga US$ 2,30 miliar. Belum jelas skema mergernya. Tapi jika ternyata menggunakan skema akuisisi, manajemen PGAS mengindikasikan akuisisi dengan pendanaan melalui pinjaman adalah yang paling ideal.

Segera setelah persetujuan RUPSLB, tim implementasi bentukan PGAS bakal bekerja lebih giat. Tim tersebut terdiri dari lima sub tim, salah satunya tim transaksi. Tim ini kelak akan mengkaji apakah merger Pertagas dan PGAS dilakukan dengan skema akuisisi atau hanya sekadar inbreng.

PGAS pernah menyiapkan dana jika proses merger dilakukan dengan skema akuisisi. Pada 2014, PGAS meraih fasilitas pinjaman sindikasi US$ 650 juta dengan tenor selama lima tahun.

Seperti diketahui, pelaksanaan RUPSLB PGAS merupakan tindak lanjut Surat Kementerian BUMN bernomor 682-/MBU/11/2017 tanggal 28 November 2017. Dalam surat tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno menginstruksikan PGAS menggelar RUPSLB lantaran Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penambahan penyertaan modal negara ke modal saham Pertamina sudah diserahkan ke Presiden Joko Widodo.

Namun, hingga saat ini, skema meleburnya PT Pertagas, yang merupakan anak usaha PT Pertamina, ke dalam PGAS masih belum final. Pasalnya, kajian lebih lanjut, mulai dari sinkronisasi visi misi hingga transaksi, baru bisa dimulai setelah persetujuan RUPSLB PGAS kemarin. “Akhir Maret kajiannya baru selesai,” ujar Nicke Widyawati, Direktur Sumber Daya Mineral (SDM) Pertamina Kamis (25/1).

Pembentukan holding migas yang melibatkan salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), terus mengerucut. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PGAS kemarin merestui rencana perubahan anggaran dasar perusahaan. Hal ini penting lantaran merupakan bagian dari pembentukan holding migas.

Rifanfinancindo Berjangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s