PT Rifanfinancindo Berjangka

Harga Saham dan IHSG Meroket, Kekayaan Konglomerat Ini Meningkat

Bursa Efek Indonesia meningkat seiring dengan meroketnya Indeks Harga Saham Gabungan | PT Rifan Financindo Berjangka

 

  PT Rifanfinancindo Berjangka

Salah satu emiten Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) juga mencatat kinerja saham yang gemilang. Harga sahamnya secara tahunan meroket 748 persen menjadi Rp 8.525 dari sebelumnya hanya Rp 1.005 per saham.

Alhasil, kekayaan Grup Sinarmas melalui 2,88 miliar saham yang dipegang oleh PT Purinusa Ekapersada lompat jadi Rp 24,59 triliun dari sebelumnya hanya Rp 2,98 triliun.

Saham ADRO selama satu tahun belakangan ini telah melompat 49 persen menjadi Rp 2.560 dari sebelumnya Rp 1.715 per saham. Sehingga, kekayaan Edwin melonjak jadi Rp 2,69 triliun dari sebelumnya Rp 1,8 triliun. Adapun Garibaldi memiliki kekayaan Rp 5,07 triliun dari sebelumnya Rp 3,39 triliun hanya dari saham ADRO.

Dengan kenaikan harga tersebut, kekayaan Keluarga Hartono melesat 46 persen menjadi Rp 264,94 triliun dari sebelumnya Rp 180,98 triliun pada 29 Januari 2017. Sedangkan kekayaan Anthoni Salim naik menjadi Rp 9,89 triliun dari sebelumnya Rp 6,76 triliun.

Kinerja saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga memberikan pundi-pundi kekayaan bagi pemiliknya. Ada dua nama konglomerat yang menguasai ADRO, yakni Edwin Soeryadjaja dan Garibaldi Tohir dengan kepemilikan masing-masing 1,05 miliar dan 1,98 miliar saham ADRO.

Ada dua konglomerasi dalam struktur pemegang saham utama BBCA, yakni Grup Djarum dan Grup Salim. Grup Djarum diwakili oleh Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono. Keduanya menguasai 11,62 miliar atau 47,15 persen saham BBCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan.

( Baca : Indeks BEI melemah 11,04 poin )

Sementara, Grup Salim langsung diwakili oleh nama Anthoni Salim. Dia memiliki 434,08 juta atau sekitar 1,76 persen saham BBCA.

Kekayaan para kongolomerat yang perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia meningkat seiring dengan meroketnya Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) dan harga saham perusahaan mereka.

Contohnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham ini menjadi salah satu penggerak IHSG dengan kenaikan 4,1 persen sejak awal tahun. Senin (29/1/2018) ini, saham BBCA ditutup pada level Rp 22.800 per saham, melonjak 46 persen dari sebelumnya Rp 15.575 di hari yang sama tahun lalu.

 

IHSG Terjun 1,59% Siang Ini ke 6.574 | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT PP Tbk (PTPP) naik Rp270 atau 9,18% ke Rp3.210, saham PT Benakat Integra Tbk (BIPI) naik Rp8 atau 9,09% ke Rp96, dan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik Rp140 atau 7,11% ker Rp2.110.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun Rp185 atau 23,13% ke Rp615, saham PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) turun Rp9 atau 5,52% ke Rp154, dan saham PT Lippo Securities Tbk (LPPS) turun Rp5 atau 4,35% ke Rp110.

Indeks LQ45 turun 21 poin atau 1,98% menjadi 1.390, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 15,8 poin atau 1,98% ke 782, indeks IDX30 melemah 11 poin atau 1,87% ke 603 dan indeks MNC36 turun 6,36 poin atau 1,66% ke 375.

10 sektor pendukung IHSG kompak melemah, dengan sektor konsumsi dan tambang turun lebih dari 2%, dan tujuh sektor lainnya turun lebih dari 1%. Hanya sektor keuangan yang turun di bawah 1%.

Aksi jual terus menghantam pasar saham Indonesia pada jeda perdagangan siang ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 106 poin atau 1,59% ke 6.574.

Siang ini, ada 88 saham menguat, 287 saham melemah, dan 85 saham stagnan. Menutup sesi I, telah terjadi transaksi perdagangan mencapai Rp5,41 triliun dari 7,98 triliun lembar saham diperdagangkan.

 

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat hingga Tembus 6.969 | PT Rifan Financindo Berjangka

Reza memperkirakan pergerakan IHSG hari ini hampir mendekati target resisten 6.683-6.696. Sementara itu, IHSG diprediksi berada di kisaran level support 6.652-6.665 dan level resisten 6.695-6.703.

Meski potensi penguatan IHSG masih terjadi, Reza mengingatkan untuk tetap mewaspadai aksi jual yang terjadi. “Tetap waspadai aksi-aksi profit taking yang akan memanfaatkan kenaikan sebelumnya,” ujarnya. Ia merekomendasikan beberapa saham yang bisa dipertimbangkan dibeli bagi investor, yaitu UNVR, BRPT, INTP, BBCA, dan CTRA.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan pasar bursa saham Senin lalu, IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 20 poin atau 0,3 persen dan berada di level 6.680. Meskipun demikian, kenaikan tersebut masih berada di bawah kenaikan sebelumnya sebesar 45,29 poin atau 0,69 persen.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. Menurut dia, pergerakan IHSG yang hampir mendekati target resisten dan mampu bertahan di zona positif memberikan kesempatan IHSG untuk dapat kembali menguat.

“Akan tetapi, penurunan tipis volume beli diharapkan tidak menghalangi potensi IHSG untuk dapat bertahan positif,” kata Reza, Selasa, 30 Januari 2018.

PT Rifanfinancindo Berjangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s