Rifan Financindo

Cuaca Buruk, Pertamina Upayakan Pengiriman BBM ke Pulau Karimunjawa

PT Pertamina masih mengupayakan pengiriman bahan bakar minyak ( BBM) ke Kepulauan Karimunjawa | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 

Rifan Financindo

Kami menunggu hingga diterbitkannya ijin layar tersebut. Kami sudah ready sejak tanggal 10 Januari,” sambungnya.

Pertamina masih menunggu cuaca normal agar dapat mengirimkan kapal pengangkut BBM. Jika cuaca membaik, kapal akan segera dikirim.

Suplai BBM ke Karimunjawa sendiri merupakan implementasi dari salah satu kebijakan BBM satu harga yang dicetuskan Presiden Joko Widodo. Pertamina berkewajiban memenuhi kebutuhan itu untuk masyarakat di Karimunjawa.

“Karena kalau gelombang sudah mencapai 2,5 meter dikhawatirkan jika dipaksakan menjadi tidak safety,” tambahnya.

Andar menjelaskan, larangan kapal pengangkut BBM berlayar datang dari otoritas Syahbandar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Otoritas itu melarang kapal berlayar karena kondisi cuaca yang buruk disertai tingginya gelombang laut di perairan Jawa.

Padahal, kapal pengangkut BBM telah disediakan, dengan rencananya mengangkut Pertalite sebanyak 25 kiloliter, lalu Bio Solar sebanyak 45 kiloliter, dan Dexlite sebanyak 5 kiloliter.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Semarang memberi peringatan gelombang tinggi antara 1,25 meter sampai 2,5 meter di perairan utara Jawa tengah, laut Jawa bagian tengah, perairan selatan Kalimantan tengah.

Gelombang itu terjadi pada Selasa (30/1/2018) mulai pukul 07.00 WIB, hingga 31 Januari 2018 sampai 07.00 WIB.

Ombak tinggi yang terjadi perairan di laut Jawa Tengah berakibat pada suplai BBM di Kepulauan Karimunjawa. Kapal pengangkut BBM dilarang berlayar ke pulau terindah di Jawa Tengah itu.

Warga Karimunjawa sejak sepekan terkahir dikabarkan mulai mengeluhkan sulitnya mencari BBM. Di SPBU setempat, stok BBM sudah habis.

“Pertamina sudah menyiapkan kapal untuk mensuplay BBM ke Karimunjawa, tapi karena cuaca buruk sehingga belum diterbitkan ijin untuk berlayar,” ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Semarang, Andar Titi Lestari, Selasa (30/1/2018) kemarin.

PT Pertamina masih mengupayakan pengiriman bahan bakar minyak ( BBM) ke Kepulauan Karimunjawa, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah di tengah cuaca buruk di perairan Laut Jawa.

Ganjar Minta Pertamina Bangun Bunker BBM di Karimunjawa | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Pjs Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Semarang, Muslim Dharmawan, mengatakan Pertamina memasok BBM jenis Pertalite dan Solar terakhir diterima pada 13 Desember 2017 dan sampai sekarang belum bisa melakukan pengiriman lagi.

Hal itu, kata Muslim, dikarenakan kapal pengangkut BBM milik pertamina, tidak dapat mengirim BBM karena terkendala cuaca buruk disertai gelombang tinggi hingga mencapai 2,5 meter.

“Sebenarnya kapal Pertamina pengangkut BBM ke Karimunjawa sudah siap dari beberpa waktu lalu untuk mengirimkan BBM jenis Pertalite, Bio Solar dan Dexlite. Namun, kapal dengan muatan BBM masing-masing 25 kiloliter (KL) belum mendapatkan izin dari otoritas pelabuhan,” katanya, Selasa (30/1).

Ia mengaku, tidak ingin aktivitas warga Karimunjawa menjadi terganggu dan menggangu wisata di sana. “Tempat penyimpanan itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Karimunjawa. Sehingga tidak ada kekhawatiran akan kehabisan BBM.”

Sebagaimana diketahui, warga di kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami krisis BBM. Ketersediaan BBM untuk kendaraan darat saat ini sudah habis, sementara BBM untuk kapal nelayan sudah menipis.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan agar PT Pertamina membangun bunker atau semacam tempat penyimpanan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan warga di Karimunjawa ketika terjadi cuara buruk. Ganjar mengatakan, pembangunan bunker dibutuhkan untuk menyimpan stok BBM, sehingga pasokannya tidak terganggu seperti sekarang.

“Saya sudah mengusulkan hal itu pada PT Pertamina sekitar dua hari lalu. Hal ini juga mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Sedangkan stok BBM di Karimunjawa saat ini sudah habis,” katanya di Semarang, Selasa (30/1/2018).

Krisis BBM yang sering terjadi di kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah saat cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi persoalan yang harus dipecahkan. Harus ada solusi agar persoalan keterlambatan pasokan BBM yang sering terjadi akibat cuaca buruk, tidak selalu mengganggu aktivitas warga.

Jateng Minta Pertamina Bangun Bunker BBM di Karimunjawa | PT Rifan Financindo Berjangka

Seperti diketahui, sepekan terakhir warga di kepulauan Karimunjawa mengeluhkan susahnya mendapatkan BBM. Sebab sejak (18/1/2018), SPBU di Karimunjawa kehabisan stok BBM.

Menurut Sekretaris Camat Karimunjawa Nor Soleh, pasokan BBM jenis pertalite terakhir diterima pada tanggal (13/1/2017). Namun begitu BBM untuk nelayan, kata dia, memang masih tersedia, sedangkan untuk angkutan di darat sudah habis. Sementara itu terkait dengan kebutuhan pokok, ia mengatakan masih mencukupi dan listrik juga masih tersedia.

Seperti diketahui, cuaca buruk membuat aktivitas laut di sekitar perairan Jepara menurun.

Hal ini mengakibatkan tersendatnya pengiriman BBM ke Pulau Karimunjawa. Selain itu, nelayan pun tak berani melaut karena gelombang tinggi mencapai sekitar 2 meter dengan kecepatan 10-20 knot.

Menurutnya, tempat penyimpanan itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Karimunjawa. Sehingga tidak ada kekhawatiran akan kehabisan BBM.

Selain itu, Ganjar memastikan pengiriman stok BBM saat ini segera dilakukan sembari menunggu informasi cuaca dari BMKG.

“Sudah dikoordinasikan dengan Pertamina, besok dipastikan sudah dikirim. Ini sudah proses pengiriman, mestinya hari ini, tapi karena menurut BMKG cuaca di perairan Karimunjawa tidak mendukung, sehingga besok baru bisa dikirim. Mudah-mudahan besok cuacanya bagus,” tandasnya.

Ganjar mengatakan sudah mengusulkan hal itu pada PT Pertamina sekitar dua hari lalu. Hal ini juga mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu sedang stok BBM di Karimunjawa saat ini sudah habis. Sementara itu, terkait dengan kapasitas tempat penyimpanan tersebut, ia menyerahkan sepenuhnya pada PT. Pertamina.

( Baca : Elon Musk Boring Company Sediakan 10.000 Mesin Penyembur Api )

“Saya nggak tahu itu, soal teknisnya biar mereka (PT. Pertamina) yang menghitung. Tapi ya itu jangka panjangnya harus ada bungker,” tambahnya.

“Jangka panjangnya mesti membangun bungker di Karimunjawa untuk menyimpan stok BBM, sehingga pasokannya tidak terganggu seperti sekarang,” ujar Ganjar pada Selasa (30/1/2018).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan agar PT Pertamina membangun tempat penyimpanan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan di kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Hal ini guna mengantisipasi terlambatnya pasokan BBM yang sering terjadi karena pengiriman yang tersendat akibat cuaca buruk.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s