PT Rifanfinancindo Berjangka

Puluhan Ribu Baby Lobster Gagal Diselundupkan

Penggagalkan upaya penyelundupan benih lobster | PT Rifan Financindo Berjangka

 

PT Rifanfinancindo Berjangka

Pelaku yang telah diamankan petugas berjumlah enam orang, yakni empat orang kurir atau pemilik bagasi dengan inisial MRB, YYA, AJ, PF, MRW, serta seorang pengendali berinisial PMW.

Para pelaku terancam hukuman sesuai pasal 102 A huruf a Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang kepabeanan, dengan pidana penjara paling singkat satu tahun. Dan pidana penjara paling lama 10 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta serta paling banyak Rp5 miliar.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus konsisten menjaga kekayaan laut Indonesia dari tindakan eksploitasi yang berlebihan di laut Indonesia, yang bisa mengakibatkan semakin menurunnya tangkapan nelayan,” tutur Ani, sapaan Sri Mulyani.

Berkat kejelian petugas, berhasil ditemukan empat koper yang berisi baby lobster di pesawat Lion Air JT 0162 tujuan Singapura,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, benih lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapan. Hal itu, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjabarkan kronologi penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas Bea Cukai. Saat pemeriksaan awal, petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan pengecekan terhadap bagasi penumpang yang dicurigai. Namun, tidak menemukan barang bukti.

Kemudian, petugas Bea Cukai melakukan analisis mendalam dan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan bagasi yang telah dimuat di lambung pesawat, dan barang bawaan penumpang yang berada di kabin pesawat.

“Baby lobster tersebut berjenis pasir dan mutiara, serta disembunyikan dalam empat buah koper dengan perkiraan nilai barang Rp14,4 miliar,” katanya di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Jumat, 23 Februari 2018.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, bersama dengan Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM) dan Bareskrim Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster sebanyak 71.982 ekor. Lobster itu dimasukkan ke dalam 193 bungkus kemasan.

Direktur Kepabeanan aInternasional dan Antar Lembaga Robert Leonard Marbun menjelaskan, penggagalan tersebut dilakukan di terminal keberangkatan 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 22 Februari 2018.

Susi Pudjiastuti Kecewa Ekspor Lobster RI Kalah dari Vietnam | PT Rifan Financindo Berjangka

Berbagai data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pengusaha memang menunjukkan ekspor lobster Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara tetangga tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, total ekspor lobster Indonesia hanya sekitar 3 sampai 4 ribu ton. Sedangkan Vietnam bisa 10 kali lipat lebih banyak dari Indonesia.

Susi Pudjiastuti menjamin upaya pemerintah tidak akan berhenti pada penindakan penyelundupan semata. Kementerian Kelautan dan Perikanan, ujarnya, akan mendorong pengusaha lokal untuk memaksimalkan potensi lobster yang mulai meningkat di Indonesia. “Jadi jangan mikir kami nangkep-nangkep saja kerjanya,” kata Susi Pudjiastuti.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai keseluruhan benih ini diperkirakan mencapai Rp 30 miliar. “Awalnya Rp 14,4 miliar, tapi kalau kata Bu Menteri Susi nilainya dua kali lipat dari itu,” kata Sri. Selanjut para pelaku akan menjalani masa hukuman sesuai Undang-Undang Kepabeanan dengan maksimal kurungan penjara 10 tahun atau Rp 5 miliar.

Susi Pudjiastuti mengatakan ekspor lobster Indonesia selama ini selalu kalah dengan Vietnam. Padahal, berbagai Indonesia merupakan salah satu sumber habibat lobster di dunia. “Itu yang di Vietnam, tidak ada sama sekali benih dari sana, semuanya dari kita (Indonesia),” kata Susi.

Aksi tersebut gagal. Namun Susi tetap mengatakan, “Ini yang membuat ekspor lobster Indonesia kalah dari Vietnam.” Sayangnya Susi tidak menjelaskan apakah 71 ribu benih lobster ini memang akan dikirim ke Vietnam, melalui Singapura.

Hari ini, Jumat, 23 Februari 2018, Susi hadir dalam konferensi pers pasca penangkapan ini di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Selain keduanya, hadir juga perwakilan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM).

Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan kegeramannya di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Penyebabnya aksi penyelundupan hasil laut kembali dilakukan oleh sekelompok orang.

Petugas dari Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menggagalkan penyelundupan 71.982 ekor benih lobster pada Kamis 22 Februari 2018. Penyelundupan dilakukan oleh enam orang dalam penerbangan menggunakan pesawat Lion Air JT 0162 tujuan Singapura.

( Baca : Kerugian Penyelundupan Baby Lobster Capai Ratusan Miliar Rupiah )

 

Tak ingin punah seperti ikan sidat, alasan pemerintah larang penjualan benih lobster | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Komisaris Besar Polisi Torna Gogo Sihombing, berjanji pihaknya akan menelusuri pemain penyelundupan benih lobster sampai ke akarnya.

“Kami tetap konsisten kami tidak cukup mengungkap pemainnya. Mengacu pada siapa pemodalnya ke atasnya. Jangan coba coba menyelundupkan itu. Ini hampir sama dengan penyelundupan tindak pidana narkoba. Serapi mungkin. Kita melakukan penyelidikan secara masif akan menemukan jaringan yang lebih besar baik di luar negeri maupun dalam negeri,” jelasnya.

Menteri Susi menyampaikan, saat ini pemerintah melarang penjualan benih lobster untuk memberikan nilai tambah pada kinerja ekspor Indonesia. Atas kejadian ini, Menteri Susi meminta kerja sama seluruh instansi terkait agar kasus serupa tidak kembali terulang.

Pemerintah tidak ingin mengulang kasus kepunahan ikan sidat. Dia menilai kepunahan ikan sidat ini memiliki pola yang sama dengan lobster. “Dengan begitu terputuslah mata rantai kehidupan si ikan sidat itu di laut dan muara tidak ada lagi, sekarang nyari pun sulit sekali. Sama dengan lobster,” tandasnya.

“Kalau kita hitung, baby lobster ini satu ekor dibeli oleh Vietnam Rp 50.000 bahkan Rp 100.000. Tapi kalau dia besar jadi satu kilogram atau setengah kilogram saja harga lobster mutiara itu sudah Rp 2 juta minimal Rp 1 juta,” kata Menteri Susi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat, (23/2).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, mengatakan harga benih lobster akan mencapai jutaan saat sudah besar. Padahal, harga benih hanya kisaran puluhan hingga ratusan ribu Rupiah.

Bea Cukai bersama Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM) dan Bareskrim Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster (baby lobster) sebanyak 71.982 ekor. Benih ini dibungkus dalam 193 kemasan di terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, (22/2).

PT Rifanfinancindo Berjangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s