PT Rifanfinancindo Berjangka

Tol Bekasi Berlaku Ganjil-Genap, Bagaimana dengan Tol Tangerang-Merak?

Mulai 12 Maret nanti akan diberlakukan aturan ganjil genap di pintul tol Bekasi | PT Rifan Financindo Berjangka

 

PT Rifanfinancindo Berjangka

“Jadi kan diperjanjian kita dengan pemerintah itu disebutkan kalau lalu lintas sudah 80 persen kita harus nambah 1 lajur. Kebetulan awal-awal itu cuma 2 lajur. Terus 2008 kita membuat perjanjian dengan pemerintah bahwa kita harus tambah. Penambahannya itu setelah 80 persen (lalu lintasnya). Nah kita hitung pertumbuhan lalu lintasnya berapa. Jadi kita bisa kira-kira,” kata Sunarto.

Kini, ruas-ruas tol tertentu di sepanjang tol Tangerang-Merak sudah hampir 80 persen. Untuk mengurai kemacetan, ditambahkan satu lajur lagi, dari yang tadinya tiga lajur jadi empat lajur.

“Nah kita mau tambah lajur sampai ujung tapi kapasitasnya belum sampai mendekati 80 persen,” ucapnya.

“Kita sih belum sebanyak Cikampek (jumlah lalu lintasnya). Karena lalu lintas arah ke barat ini mungkin lebih sedikit,” kata Sunarto di acara Meet and Greet Journalist Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak di Kantor Pusat Astra International di Sunter, Jakarta.

Meski begitu, PT Marga Mandalasakti tetap menerapkan solusi dalam mengurai kemacetan di jalan tol. Salah satunya dengan menambah ruas lajur di jalan tol Tangerang-Merak ini.

Mulai 12 Maret nanti akan diberlakukan aturan ganjil genap di pintul tol Bekasi untuk kendaraan roda empat alias pribadi. Bagaimana dengan tol Tangerang-Merak?

Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti sebagai operator Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) mengatakan kondisi tol Tangerang-Merak dengan tol Cikampek berbeda. Kepadatan lebih terasa di tol Jakarta-Cikampek.

 

Aspal Plastik yang Dicoba di Tol Tangerang-Merak Belum Maksimal | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Hasil percobaan kemarin memang ada beberapa kekurangan. Mungkin kurang larut betul, atau ada hal lain. Jadi memang perlu ditindaklanjuti untuk mendapatkan campuran yang lebih baik,” sebut Sunarto di acara Meet and Greet Journalist Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak di Kantor Pusat Astra International di Sunter, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Saat pengembangan aspal campur plastik itu disyaratkan menggunakan limbah plastik yang tidak punya nilai jual lagi, kata Sunarto. Kesulitannya, kata Sunarto, pada saat mencampur plastik itu dengan aspal.

“Mungkin diharapkan plastiknya itu larut, membungkus batu-batunya. Tapi ternyata ada sebagian yang nggak sempurna. Jadi mungkin harus ada penelitian lagi. Terus terang di tempat kita yang dicoba kurang maksimal. Cuma campurannya nggak terlalu mulus,” kata dia.

Tol Tangerang-Merak beberapa waktu lalu menguji coba penggunaan aspal yang dicampur dengan limbah plastik. Tapi, uji coba itu disebut belum terlalu maksimal.

Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti, mengatakan penggunaan limbah plastik untuk campuran aspal itu memang baik untuk masalah lingkungan. Campuran plastik yang digunakan untuk aspal itu adalah limbah plastik kresek yang tidak bisa didaur ulang.

( Baca : PT Astra International Dukung Tol Trans Jawa )

 

AstraInfra kaji pengembangan jalan tol ke Pelabuhan Merak sepanjang 5 kilometer | PT Rifan Financindo Berjangka

Selain pengembangan tol Tangerang-Merak, AstraInfra juga berencana melakukan pengembangan di Tol Cikopo-Palimanan dengan mambangun akses hingga ke Kertajati dengan panjang sekitar 4 km-5km. Saat ini, perusahaan masih melakukan finalisasi teknis dan menghitung nilai investasi untuk membangun penambahan lingkup tol Cipali tersebut.

Secara teknis, pengembangan tol akses Cipali ke Kertajati tersebut telah disetujui BPJT. AstraInfra menargetkan pembangunan konstruksi proyek tersebut bisa dilakukan tahun ini.

Sebagai tambahan, jalan tol yang dimiliki AstraInfra saat ini terdiri dari enam ruas di antaranya tol Cikopo-Palimanan (Cipali) 116 km, Tol Semarang-Solo ( PT Trans Marga Jateng), Mojokerto-Kertosono 40,5 km (Marga Harjaya Infrastruktur), Kunciran-Serpong 11,2 km ( PT Marga Trans Nusantara), Serpong- Balaraja 30 km (PT Trans Bumi Serbaraja), Semarang-Solo, dan Tangerang-Merak.

Tahun ini, MMS menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,2 triliun yang akan dipakai untuk penambahan jalur tol, pembebasan lahan dan lain-lain. “Ini termasuk juga untuk studi tol akses pelabuhan, tapi itu tidak besar. Nanti dananya dari internal kas dan juga dari dana pihak ketiga,” kata Halim.

Tahun ini, MMS menargetkan pendapatan tol Tangerang-Merak bisa tumbuh sekitar 11,5% dibandingkan pendapatan tahun 2017 yang mencapai Rp 497 miliar. Pendapatan itu didukung oleh pertumbuhan lalu lintas kendaraan sekitar 4,5% dan sekitar 7% ditopang kenaikan tarif tol yang mulai berlaku sejak November 2017.

Selain mengkaji pembangunan akses tol Pelabuhan, Astra Infra juga akan terus melakukan penambahan lajur Tol Tangerang-Merak dari Cikupa-Balaraja dari tiga lajur saat ini menjadi empat lajur. Penambahan lajur dilakukan karena kapasitas jalan tol tersebut sudah 80%.

Halim Wahjana, Direktur Keuangan dan Administrasi MMS mengatakan, penambahan lajur yang akan dimulai dari Km 31+900 hingga KM 39+200 tersebut membutuhkan pembebasan lahan sekitar 30 ha.

Menurut Sunarto, biaya pembangunan jalan tol akan menelan biaya besar karena kemungkian sebagian jalan hanya memungkinkan dibangun secara elevated (layang). Hanya saja, nilai investasinya belum bisa diperkirakan karena masih harus menunggu hasil kajian yang ditargetkan akan rampung tahun ini.

Setelah rampung, kajian itu nantinya akan diserahkan ke BPJT untuk dinilai secara kelayakannya. Lantaran masih akan mulai melakukan kajian, pembangunan tol akses pelabuhan itu diperkirakan paling cepat abru bisa dilakukan tahun depan. Adapun pembangunan tol itu akan paling memungkinan dibangun di jalur jalan lama dengan melakukan berbagai modifikasi baik lewat jalan elevated maupun memakai jalur samping jalan eksisting.

Namun saat ini, AstraInfra masih melakukan kajian untuk pengembangan tol akses pelabuhan tersebut. Kajian tersebut disesuaikan dengan rencana pengembangan dermaga di Pelabuhan Merak yang akan dikembangkan menjadi 10 dari posisi lima dermaga saat ini.

“Pelabuhan Merak nantinya mau diubah dan akan dilengkapi tempat parkir, ada posisi kereta api karena penduduk Merak juga sudah padat. Rencana studi itu juga sedang kami bicarakan dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” lanjut Sunarto.

Pengembangan di jalan tol eksisting rencananya akan dilakukan lewat PT Marga Mandalasakti (MMS) yakni pengelola jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,4 km. MMS berencana melakukan pengembangan jalan tol tersebut hingga Pelabuhan Merak.

“Kami diminta pemerintah untuk membuat kajian agar tol Tangerang-Merak memiliki akses ke Pelabuhan. Panjangnya sekitar 5 km,”kata Direktur Teknik dan Operasi MMS Sunarto Sastrowiyoto di Jakarta, Kamis (22/2).

Sunarto mengatakan, pemerintah menginginkan adanya tol akses ke Pelabuhan Merak sejalan dengan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Apiapi (MBPPT).

AstraInfra akan terus melanjutkan ekspansi bisnis di sektor jalan tol. Hal ini terlihat dari target perusahaan untuk memiliki konsesi di jalan bebas hambatan 500 kilometer (km) hingga tahun 2020. Sementara saat ini, AstraInfra baru memiliki konsensi sepanjang 342,7 km.

Ekspansi tersebut akan dilakukan dengan membidik tender ruas-ruas tol baru, mengakuisisi proyek yang sudah berjalan dan juga mengkaji melakukan pengembangan di jalan tol eksisting yang sudah dikuasai perusahaan.

 

PT Rifanfinancindo Berjangka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s