Rifan Financindo

Persaingan Makin ketat, Penjualan Mobil Grup Astra Tertekan

PT Astra Internasional Tbk mengalami tekanan sepanjang 2017 | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Rifan Financindo

Ke depan, Prijono optimistis kinerja positif Astra bisa dipertahankan selama kondisi ekonomi membaik dan stabilnya harga komoditas. Namun khusus di segmen otomotif ia memprediksi kompetisi akan terus meningkat.

Sebelumnya, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, mengatakan meski secara total angka penjualan kendaraan naik 1,6 persen, terjadi penurunan di beberapa segmen mobil penumpang. Dia menyebut penjualan sedan pada Januari-November turun 34 persen, Multi Purpose Vehicle (MPV) turun 2 persen, dan kendaraan transmisi 4×4 turun 26 persen. Pasar kendaraan, kata dia, didorong segmen komersial, khususnya truk, yang naik hingga 45 persen.

Prijono menyatakan positifnya kinerja grup Astra karena keuntungan signifikan dari profitabilitas PT Bank Permata Tbk. Selain itu, ada kontribusi yang tinggi juga dari bisnis alat berat dan pertambangan yang didorong naiknya harga komoditas. “Berdampak positif juga terhadap kinerja usaha divisi agribisnis,” kata dia.

Bank Permata, lanjutnya, mengantongi laba bersih Rp 748 miliar sepanjang 2017. Sementara di 2016 Bank Permata mengalami rugi bersih Rp 6,5 triliun. Keberhasilan Bank Pertama membukukan laba didorong peningkatan kualitas aset, pertumbuhan kredit, dan perbaikan kredit bermasalah. “Rasio kredit bermasalah bersih membaik menjadi 1,7 persen dari 2,2 persen,” ucap Prijono.

Lini bisnis komponen dari PT Astra Otoparts Tbk, lanjut Prijono, mencatatkan kenaikan laba bersih 32 persen menjadi Rp 551 miliar. Ia mengatakan naiknya laba karena melonjaknya kinerja replacement market dan penjualan ekspor. “Ada peningkatan kontribusi laba bersih dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi,” ucapnya.

Pendapatan bersih Astra Internasional (konsolidasi grup) di 2017 tumbuh 14 persen menjadi Rp 206,05 triliun. Di 2016 pendapatan bersih perusahaan sebesar Rp 181,08 triliun. Sedangkan laba bersih naik 25 persen dari Rp 15,15 triliun di 2016 menjadi Rp 18,88 triliun.

Penjualan sepeda motor Astra, melalui Astra Honda Motor bertahan di posisi 4,4 juta unit. Secara nasional penjualan sepeda motor di 2017 turun satu persen menjadi 5,9 juta unit. Dari sisi pangsa pasar penjualan motor Astra naik dari 74 persen menjadi 75 persen.

Dari rilis yang diterima Tempo, Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto menyatakan penjualan mobil Astra turun dua persen menjadi 579 ribu unit. Begitu juga dengan pangsa pasar dari semula 55 persen menjadi 54 persen.

Menurut dia, kenaikan laba bersih pada bisnis komponen tidak bisa mengimbangi turunnya penjualan mobil. Ditambah lagi dengan adanya tekanan diskon dari pesaing. “Kinerja dari segmen sepeda motor relatif tidak berubah,” kata Prijono, Selasa, 27 Februari 2018.

Penjualan kendaraan roda empat PT Astra Internasional Tbk mengalami tekanan sepanjang 2017. Dalam laporan kinerja perusahaan 2017, laba bersih dari lini bisnis otomotif turun tiga persen menjadi Rp 8,9 triliun. Di 2016 laba bersih yang diatribusikan otomotif kepada Astra sebesar Rp 9,1 triliun.

( Baca : Laba Bersih Astra Naik 25 Persen, Penjualan Otomotif Turun )

 

Astra Bukukan Laba Bersih di Atas Rp 18 Triliun | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Pada 2018 ini, perseroan akan membagikan dividen final sebesar Rp 130 per saham dari sebelumnya Rp 122 per saham. Angka dividen akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2018 mendatang. Usulan dividen final itu bersama dengan dividen interim Rp 55 per saham yang akan menjadikan dividen total pada 2017 menjadi Rp 185 per saham dari sebelumnya Rp 177 per saham.

“Dividen final yang diusulkan itu berdasarkan pertimbangan meningkatnya utang pada level perusahaan induk Astra International dan rencana investasi lainnya di masa mendatang,” ujarnya.

Namun, kata dia, kontribusi dari bisnis otomotif menurun akibat meningkatnya persaingan di pasar mobil, yang secara keseluruhan tidak menunjukkan pertumbuhan. Kinerja operasional bisnis sepeda motor cukup stabil di tengah menurunnya pasar motor secara keseluruhan.

Pendapatan bersih Astra International Tbk pada 2017 meningkat 14 persen menjadi Rp 206,1 triliun dibandingkan dengan 2016 sebesar Rp 181,1 triliun, dengan pendapatan yang lebih tinggi diraih sebagian besar segmen bisnis. Sementara itu, nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp 3.054 pada 31 Desember 2017, meningkat 10 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2016 sebesar Rp 2.765.

Ia mengemukakan bahwa kinerja perseroan mendapatkan keuntungan signifikan dari kembalinya profitabilitas PT Bank Permata Tbk dan keuntungan yang lebih tinggi dari bisnis alat berat dan pertambangan. Kondisi ini disebabkan naiknya harga komoditas secara berkelanjutan, yang juga berdampak positif terhadap kinerja usaha divisi agribisnis.

Selain itu, ada penyesuaian terkait peningkatan kinerja PT Astra Otoparts Tbk yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan replacement market dan meningkatkan kontribusi laba bersih dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi dari sebelumnya meningkatnya kinerja replacement market dan penjualan ekspor, serta meningkatnya kontribusi laba bersih dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi.

PT Astra International Tbk membukukan laba bersih pada 2017 meningkat 25 persen menjadi Rp 18,881 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 15,156 triliun.

“Setelah mencetak kinerja keseluruhan yang baik pada tahun 2017, Astra diharapkan dapat terus diuntungkan dari membaiknya kondisi ekonomi serta stabilnya harga komoditas, meskipun persaingan di pasar mobil akan terus meningkat,” kata Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/2).

 

Laba Astra Internasional 2017 Tembus Rp18,9 Triliun, Tumbuh 25 Persen | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Sementara itu, nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp3.054 pada 31 Desember 2017, meningkat 10 persen dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2016 Rp2.765.

Astra International juga akan membagikan dividen final sebesar Rp122 per saham untuk tahun buku 2017. Pembagian dividien itu akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2018 mendatang. Usulan dividen final itu bersama dengan dividen interim Rp55 per saham akan menjadikan dividen total pada tahun 2017 menjadi Rp177 per saham.

“Dividen final yang diusulkan itu berdasarkan pertimbangan meningkatnya utang pada level perusahaan induk Astra International dan rencana investasi lainnya di masa mendatang,” ucapnya.

Namun, lanjut dia, kontribusi dari bisnis otomotif menurun akibat meningkatnya persaingan di pasar mobil, yang secara keseluruhan tidak menunjukkan pertumbuhan. Kinerja operasional bisnis sepeda motor cukup stabil di tengah menurunnya pasar motor secara keseluruhan. Laba bersih dari divisi otomotif turun 3 persen menjadi Rp8,9 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan bersih Astra International pada 2017 meningkat 14 persen menjadi Rp206,1 triliun dibandingkan dengan tahun 2016 Rp181,1 triliun, dengan pendapatan yang lebih tinggi diraih sebagian besar segmen bisnis.

Dia mengemukakan, kinerja perseroan mendapatkan keuntungan signifikan dari kembalinya profitabilitas PT Bank Permata Tbk (IDX: BNLI). Kinerja Bank Permata pada tahun lalu cukup baik, setelah mencetak laba Rp748 miliar, membalik kerugian yang dialami pada 2016 Rp6,48 triliun.

Selain itu, kata Prijanto, melonjaknya laba Astra International juga ditopang dari keuntungan yang lebih tinggi dari bisnis alat berat dan pertambangan yang disebabkan naiknya harga komoditas, yang juga berdampak positif terhadap kinerja usaha divisi agribisnis. Bisnis alat berat lewat PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi andalan baru bagi Astra International.

PT Astra International Tbk (IDX: ASII) mencatat laba bersih (net income) sebesar Rp18,88 triliun sepanjang 2017, meningkat 25 persen dibandingkan tahun 2016 Rp15,16 triliun.

“Setelah mencetak kinerja keseluruhan yang baik pada tahun 2017, Astra diharapkan dapat terus diuntungkan dari membaiknya kondisi ekonomi serta stabilnya harga komoditas, meskipun persaingan di pasar mobil akan terus meningkat,” kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

 

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s