Rifanfinancindo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah

IHSG Dibuka Melemah 21 Poin | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 Rifanfinancindo

Sementara itu Indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam zona merah pada perdagangan semalam (27/03). Indeks Dow Jones turun 1.43% ke level 23,857.71, S&P melemah 1.73% ke level 2,612.62, dan Nasdaq tertekan 2.93% ke level 7,008.81.

Adanya aksi jual yang cukup besar pada sektor teknologi nampaknya menjadi salah satu pemberat pada pergerakan indeks AS. Di mana dari sebelas (11) indeks S&P hanya tiga sektor yang mampu bertahan di teritori positif.

Membuka perdagangan, Rabu (28/3/2018), IHSG masih berada di zona merah. IHSG turun 21,598 (0,35%) ke level 6.187,754. Indeks LQ45 turun 5,459 (0,54%) ke level 1.010,384.

Pukul 09.05 waktu JATS, IHSG terus turun dengan penurunan 38,329 poin (0,62%) ke level 6.171,021 dan indeks LQ45 turun 9,706 poin (0,96%) ke level 1.006,137.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pagi ini. IHSG melemah 21 poin.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih kembali melemah. Kemarin dolar berada di level Rp 13.705, sekarang Rp 13.780.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 13,873 poin (0,22%) ke level 6.195,477. Sementara indeks LQ45 turun 3,477 (0,34%) ke level 1.012,366.

 

BEI Akan Luncurkan Indeks Saham BUMN Bulan Depan | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Tak hanya untuk pelaku pasar saham, kata Nicky, dibentuknya indeks BUMN juga akan menambah portofolio investasi industri reksa dana baik dalam bentuk reksa dana indeks maupun reksa dana Exchange Traded Fund (ETF).

Dia menambahkan, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan Kementerian BUMN untuk mematangkan indeks ini. Adapun perkembangan penyiapan indeks baru ini sudah masuk ke tahap finalisasi.

( Baca : IHSG Berpeluang Menguat hingga 6.300 )

“Sekarang sedang tahap finalisasi, dan rencananya April (2018) akan kami luncurkan,” ujarnya.

Nicky mengungkapkan, alasan diluncurkannya indeks BUMN adalah menambah variasi indeks yang sudah ada saat ini, sehingga investor memiliki panduan yang lebih lengkap.

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera meluncurkan indeks saham badan usaha milik negara (BUMN) dalam waktu dekat. Tujuannya, agar para pelaku pasar modal memiliki referensi baru dalam melakukan investasi.

“Ini bisa menjadi panduan bagi investor yang ingin fokus di emiten BUMN, dan untuk manajer investasi yang akan menciptakan reksa dana dan ETF berdasarkan indeks BUMN,” kata Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, Selasa, 27 Maret 2018.

IHSG Berpeluang Menguat hingga 6.300 | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Pada perdagangan kemarin, IHSG sukses membukukan rebound pada akhir perdagangan di tengah penguatan bursa saham di Asia. Di sisi lain, World Bank (bank dunia) memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,3% pada akhir 2018. Namun, Indonesia masih memiliki gap yang cukup signifikan dan hal tersebut harus ditutup.

“Tantangannya Indonesia harus bisa mengakselerasi pertumbuhan tersebut. Indonesia perlu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan fundamental yang kuat,” tambah riset tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah harus membuat kebijakan yang memiliki terobosan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Selain itu, diperlukannya investasi dalam taraf hidup masyarakat, di mana hal ini dapat membangun ekonomi dan berdampak pada pertumbuhan yang inklulsif,” tulis Infinitum.

Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 9 point membentuk candle dengan body turun dan shadow di atas dan bawah indikasi tekanan atas penguatan.

“IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di 6.188 sampai 6.167 dan resistance di level 6.274 sampai 6.300,” tulis Infinitum dalam risetnya di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Sementara indeks saham acuan kawasan Eropa melonjak pada perdagangan Selasa (27/3/2018), didorong tanda-tanda meredanya retorika perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Indeks Stoxx Europe 600 melonjak 1,2%, performa harian terbaiknya dalam enam pekan, ditopang penguatan seluruh sektor. Indeks saham DAX Jerman membawa penguatan terbesar dengan kenaikan 1,6%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke 6.209 kemarin. Meski demikian, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 854 Miliar.

PT Infinitum Data Indonesia (Infinitum Advisory) dalam risetnya menulis, Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan, dengan masing-masing indeks acuan mengalami penurunan keempat kalinya dalam lima sesi, didorong aksi jual pada sektor teknologi.

Rifanfinancindo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s