Rifanfinancindo

BPOM Sebut 27 Merek Ikan Makarel yang Mengandung Parasit Cacing

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengumumkan adanya 27 merek produk ikan makarel kalengan | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 

 Rifanfinancindo

 

 

Dia menyatakan BPOM telah mengeluarkan instruksi kepada produsen dan importir untuk melakukan penarikan seluruh produk mereka dari pasar. Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menginformasikan kepada Pemerintah China mengenai kasus ini.

Ke depan, BPOM akan memantau penarikan serta pemusnahan produk ikan makarel kaleng yang telah dinyatakan positif mengandung cacing parasit. Uji laboratorium juga akan terus dilakukan dengan meningkatkan jumlah sampel terhadap bets produk ikan dalam kaleng lain.

BPOM juga telah memerintahkan kepada importir dan produsen untuk menarik produk dengan bets terdampak dari peredara dan melakukan pemusnahan. Selain itu, untuk sementara waktu 16 merek produk impor tersebut dilarang untuk dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia dan 11 produk dalam negeri produksinya dihentikan sampai audit komprehensif selesai dilakukan.

Untuk produk impor yang positif mengandung cacing, kata Penny, tim BPOM telah menelusuri hingga daerah asal produk itu dikirim, termasuk wilayah perairan tempat importir mengambil ikan.

“Dari perairan negara China dan sekitarnya,” tuturnya, seperti dilansir dari Tempo.co.

BPOM pun telah menginstruksikan pemberhentian proses impor sementara terhadap produk-produk itu hingga ada audit dan pengujian sampel yang lebih besar lagi.

Sementara itu, untuk produk dalam negeri, Penny menyebut BPOM menghentikan sementara bahan baku yang diimpor dari luar negeri untuk produksi ikan makarel kalengan tersebut.

Dari 27 merek tersebut, tiga di antaranya telah ditarik. Ketiga produk itu yakni produk ikan makarel dalam saus tomat kemasan kaleng ukuran 425 gram merek Farmerjack dengan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175; Merek IO dengan NIE BPOM RI ML 543929070004; dan merek HOKI dengan NIE BPOM RI ML 543909501660.

Penemuan tersebut merupakan hasil dari pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri atas 66 merek yang beredar di seluruh Indonesia. Pengujian itu merupakan tindak lanjut dari penemuan cacing dalam produk Farmer Jack Mackerel di Pekanbaru, Riau, pada Selasa (20/3).

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengumumkan adanya 27 merek produk ikan makarel kalengan, yang terdiri atas 138 bets ikan makarel kalengan, yang positif mengandung parasit cacing.

“Sebanyak 16 merek di antaranya merupakan produk impor dan 11 lainnya merupakan produk lokal,” ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito saat acara konferensi pers di gedung BPOM, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

( Baca : Jelang Asian Games, Warga Jabodetabek Gunakan BBM Setara Euro 4 )

 

27 Makarel Mengandung Cacing, YLKI: Pemerintah Harus Tegas | PT Rifan Financindo Berjangka

Penemuan tersebut merupakan hasil dari pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri atas 66 merek yang beredar di seluruh Indonesia. Pengujian itu merupakan tindak lanjut dari penemuan cacing dalam produk Farmer Jack Mackerel di Pekanbaru, Riau, pada Selasa, 20 Maret 2018.

Untuk produk impor yang positif mengandung cacing, kata Penny, tim BPOM telah menelusuri hingga daerah asal produk itu dikirim, termasuk wilayah perairan tempat importir mengambil ikan, yaitu dari perairan Cina.

BPOM juga telah menginstruksikan pemberhentian proses impor sementara terhadap produk-produk itu hingga ada audit dan pengujian sampel yang lebih besar lagi.

Sedangkan untuk produk dalam negeri, Penny menyebut BPOM menghentikan sementara bahan baku yang diimpor dari luar negeri untuk produksi ikan makarel kalengan tersebut.

Peneliti YLKI lainnya, Sularsi mengatakan, BPOM dalam hal ini harusnya memperketat pengawasan mulai dari proses pendaftaran atau registrasi oleh importir atau produsen terkait. “Bagaimana pengawasan saat masuknya barang, saat pengolahan, pendistribusian dan juga penyimpanannya,” ujar Sularsi saat dihubungi terpisah.

Kepala BPOM Penny Lukito mengumumkan ada 27 merek, yang terdiri atas 138 bets ikan makarel kalengan, positif mengandung parasit cacing. “Sebanyak 16 merek di antaranya merupakan impor dan 11 lainnya merupakan produk lokal,” ujarnya saat acara konferensi pers di gedung BPOM, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

Untuk perlindungan konsumen, lanjutnya, produsen harus memberikan kompensasi atas penarikan tersebut. “Bahkan, kalau perlu dicek kesehatannya karena telah mengonsumsi sarden mengandung cacing tersebut,” ujarnya.

BPOM harus menjamin bahwa 27 merek produk sarden tersebut benar-benar ditarik dari pasaran. “Dan harus ada pengawasan untuk itu,” ujarnya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) angkat suara terkait temuan cacing dalam 27 merek makarel atau oleh awam biasa disebut sarden, yang baru saja dirilis Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Rabu, 28 Maret 2018.

Ketua YLKI Tulus Abadi menyebut, pemerintah harus memberi sanksi keras kepada produsen yang telah menjual produk yang cacat dan tidak standar. “Sanksi keras tersebut bisa berupa sanksi administratif dan pidana,” kata Tulus saat dihubungi Tempo pada Rabu, 28 Maret 2018.

 

Waduh, Bertambah Jadi 27 Merek Makarel Kalengan yang Mengandung Cacing| PT Rifan Financindo Berjangka

Akibat temuan mengejutkan itu kini BPOM menghentikan sementara produksi ikan makerel kaleng baik dalam negeri dan impor luar negeri. Akan diadakan penelitian terkait periode pasti kapan makarel menjadi inang dari cacing untuk menghindari peencemaran atau kontaminasi cacing dalam makanan tersebut.

Menurut dia sebagian besar produk impor berasal dari Cina dan negara lain. Bahan baku makarel yang digunakan di dalam negeri pun sebagian berasal dari laut Cina, walau dikalengkan juga di dalam negeri.

Dalam penjelasannya, makarel kalengan impor sebagian besar mengandung cacing. Perairan Indonesia tidak ada ikan makarel sehingga walau produk kalengan dalam neegeri namun ikannya diimpor dari luar negeri.

Dalam serangkaian pengujian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, terungkap ada 27 merek ikan mackerel kaleng yang ternyata mengandung cacing. Sebagian besar merek adalah produk impor yang beredar luas di tanah air.

 

Rifanfinancindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s