Rifanfinancindo Berjangka

Ojek Online Belum Tepat Jadi Angkutan Umum

Kalangan pengamat sepakat bahwa ojek online tidak layak disebut sebagai angkutan umum | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Rifanfinancindo Berjangka

“Roda dua hanya bisa menjadi transportasi umum kalau melalui peraturan daerah. Namun begitu, akses nya juga terbatas atau hanya melalui jalan-jalan tertentu,” ucapnya. Terbatasnya akses ter sebut karena pertimbangan keselamatan. Terutama, pada jalur atau jalan-jalan ramai kendaraan.

“Pertimbangannya ka rena fak tor safety.Di Pemda DKI ada Per da ini yang menyebutkan bahwa kendaraan roda dua sebagai angkutan feeder dengan jangkauan maksimal lima kilometer,” ucapnya.

“Karena sudah telanjur di butuh kan masyarakat, pemerintah hanya perlu memfasilitasi tuntutan pengemudi ojek online dengan pihak aplikator yang meminta tarif yang lebih baik. Jadi, jangan di arahkan kepada amandemen undang-undang transportasi. Saya kira terlalu jauh,” tandasnya.

Senada, pengamat transpor tasi dari Universitas Katolik Soegija pranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah belum bisa bertindak tegas terhadap ojek online karena sudah telanjur mewabah di masyarakat. Sementara undang-undangnya tidak mengamini kendaraan roda dua sebagai trans portasi umum.

“Ini tentunya menjadi momen yang tepat bagi pemerintah mempercepat dan mengembangkan pengoperasian transportasi massal, seperti LRT, MRT, ataupun angkutan transportasi umum lainnya,” tuturnya.

Tulus menambahkan, yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah menjadi fasilitator antara pengemudi ojek online bersama pihak aplikator.

Meski demikian, kebutuhan masyarakat akan trans por – ta si yang murah sehingga banyak memanfaatkan angkutan roda dua ini sebagai transportasi alternatif harus dijawab pemerintah dengan memaksimalkan pemanfaatan angkutan transportasi massal.

Di seluruh dunia, tidak mung kin menerapkan kendaraan roda dua sebagai angkutan umum. Roda dua hanya tepat disebut sebagai angkutan pribadi, itu pun dengan pembatasan di jalan-jalan tertentu. Angkutan roda dua hanya tepat diterapkan sebagai angkutan logistik dengan kapasitas angkut tertentu atau jasa kurir,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Kalangan pengamat sepakat bahwa ojek online tidak layak disebut sebagai angkutan umum sehingga isu mengubah undang-undang transportasi dengan memasukkan kendaraan roda dua sebagai angkutan umum dinilai tidak tepat.

Pengurus Harian Yayasan Lem baga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, kendaraan roda dua lebih tepat dimanfaatkan sebagai angkutan logistik, seperti jasa kurir sebagaimana lazim di terapkan di luar negeri.

Menhub Berharap Polemik Tarif Ojek Daring Segera Berakhir | PT Rifan Financindo Berjangka

Pada intinya, Budi mengharapkan ada kesimpulan terbaik untuk polemik ojek daring tersebut, terutama bagi pengemudinya. “Sebab ini (ojek daring) sudah memberikan pekerjaan bagi banyak orang dan memberikan pelayanan bagi kita semua,” tutur Budi.

Budi mengakui sejak pembahasan awal bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), apa yang dituntut dari pengemudi ojek daring hanya kenaikan tarif. Meskipun begitu, Budi menegaskan Kemenhub sama sekali tidak mengintervensi penentuan tarif tersebut.

Sebelumnya, setelah melakukan demonstrasi di Istana Merdeka, perwakilan pengemudi ojek daring dari berbagai daerah seperti Lampung, Cilegon berkumpul di depan Gedung DPR, Senin (23/4). Mereka melakukan Aksi 234 untuk menuntut adanya kenaikan tarif dan regulasi atau payung hukum kendaraan roda dua sebagai salah satu transportasi umum.

Dia mengharapkan, dalam dua sampai tiga pekan ke depan sudah mendapatkan angka tertentu untuk penentuan tarif ojek daring. Dengan begitu menurut Budi akan membuat pengemudi ojek daring mendapatkan tarif yang jauh lebih baik dari saat ini.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengharapkan polemik mengenai tarif ojek online atau ojek daring bisa cepat selesai. Hingga saat ini, pengemudi ojek daring masih mengeluhkan tarif yang terlalu rendah sehingga berdampak pada kesejahteraannya.

Budi menjelaskan, saat ini sudah meminta dan memfasilitasi beberapa pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Nah kita juga sudah meminta Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk bicara bersama aplikator,” kata Budi usai melakukan Dialog Nasional ke-10 Indonesia Maju di Gedung KORPRI, Slawi, Rabu (25/4).

( Baca : Soal Tuntutan Pengemudi Ojek “Online”, Menhub Tegaskan Tak Akan Terbitkan Aturan Baru )

 

Bahas Tuntutan Sopir Ojek Online, DPR Panggil Menhub Hari Ini | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Fary mengatakan rapat kerja yang akan digelar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, itu akan segera menindaklanjuti tuntutan-tuntutan ojek online. Seperti diketahui, ribuan sopir ojek online menuntut DPR sebagai wakil rakyat mendesak pemerintah membuat regulasi sebagai payung hukum bagi ojek online dan menaikkan tarif.

Setelah berdemo, tujuh orang perwakilan pengunjuk rasa ojek online sempat diterima pimpinan Komisi V DPR di ruang rapat Komisi V DPR. Perwakilan ojek online yang diterima dalam RDP di Komisi V berharap DPR tak hanya bicara dan benar-benar menepati janjinya. “Walaupun kami tidak lagi percaya, kami berhak menuntut hak kami,” ujar Irwan, salah satu perwakilan ojek online asal Bandung, Senin lalu, 23 April 2018.

Namun, dalam perjalanannya, Menteri Budi berhalangan hadir di rapat kerja tersebut. Hari ini dia dijadwalkan hadir dalam Dialog Nasional ke-10 di Jawa Tengah. Karena itu, Budi akan digantikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi.

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi sektor perhubungan, komunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan perdesaan, dan kawasan tertinggal akan memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja hari ini. Rapat kerja tersebut akan membahas tuntutan massa aksi ojek online yang berdemo di gedung DPR pada Senin lalu.

“Kami agendakan raker jam 13.00 WIB,” kata Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 25 April 2018.

 

Rifanfinancindo Berjangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s