Rifanfinancindo Berjangka

Target Pembangunan Tol Cisumdawu Seksi 1, 2, dan 3 Selesai Tahun Depan

Basuki Hadimuljono mengunjungi proyek pengerjaan ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Tol Cisumdawu) di Desa Cilengser | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Rifanfinancindo Berjangka

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, Seksi 3 hingga 6 ruas tol yang mendapatkan investasi dari PT Citra Karya Jabar Tol selaku BUJT sebesar Rp 8,4 triliun, kini sudah dalam tahap pengerjaan sepanjang 4 km di Seksi 3.

“Mudah-mudahan bisa cepat, karena enggak ada pembangunan terowongan,” ucap Menteri Basuki.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Tol Cisumdawu Seksi 2 Fase II, Yusrizal Kurniawan menyebutkan, pengerjaan Seksi 3 Tol Cisumdawu progres pembebasan lahannya sudah mencapai 99,74 persen.

“Untuk Seksi 3 Tol Cisumdawu yang dikerjakan BUJT itu, target akhir 2019 selesai. Sedangkan yang Seksi 4 dan 5 masih pembebasan lahan. Pokoknya, selesai bebasin lahan kita langsung bangun, selesai yang lain kita bangun lagi,” tandasnya.

Secara total, Seksi 1 dan Seksi 2 selesai akhir 2019. Itu dikerjakan oleh APBN dan loan (dari China). Sementara untuk yang Seksi 3, 4, 5, dan 6, itu dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT),” tuturnya di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018).

Dia menyatakan, progres pembebasan tanah untuk pengerjaan Seksi 1 Fase I sudah selesai 100 persen, sedangkan Seksi 1 Fase 2 telah sekitar 83 persen.

“Lahan bukan masalah di Tol Cisumdawu,” kata Basuki .

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengunjungi proyek pengerjaan ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Tol Cisumdawu) di Desa Cilengser, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018). Targetnya Seksi 1, 2, dan 3 tol tersebut akan selesai pada akhir 2019.

Basuki menemukan adanya kendala pembebasan lahan, namun akhirnya bisa ditangani secara perlahan. Dia mengatakan, pembangunan ruas Tol Cisumdawu untuk Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 17 km dapat selesai pada penghujung 2019.

 

Pembangunan Tol Cisumdawu Seksi 2 Lebih Cepat dari Rencana | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Jalan tol Cisumdawu akan meningkatkan mobilitas barang dan jasa dari selatan-utara Jawa Barat karena menghubungkan Tol Purbaleunyi dengan jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang telah beroperasi. Akses Cisumdawu juga merupakan akses menuju Bandara Internasional Kertajati di Majalengka.

“Kami targetkan selesai lebih cepat karena Bandara Kertajati juga sudah mulai beroperasi. Untuk ruas yang dikerjakan BUJT kami optimis bisa selesai lebih cepat karena tidak ada pekerjaan terowongan,” tambah Basuki.

Sementara dari empat seksi yang dikerjakan BUJT dibangun dengan investasi sebesar Rp 8,7 triliun. Saat ini seksi 3 sudah dimulai tahapan konstruksi sementara seksi lainnya dalam tahap pembebasan lahan. Ditargetkan sepanjang 4 km yang berada di seksi 3 akan selesai pada Maret 2019.

Total jumlah pekerja di Tol Cisumdawu sebanyak 1.202 orang dimana terdapat 70 pekerja level tenaga ahli berasal dari China. Tenaga ahli dari China tersebut bekerja bersama tenaga ahli dari Indonesia dalam pembangunan tunnel.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan VI Atyanto Busono, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Yudha Mediawan, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 61,6 km pembangunannya terbagi ke dalam enam seksi. Seksi I dan II mulai dari Cileunyi hingga Sumedang didanai APBN dan pinjaman dari Pemerintah China sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Sementara Seksi III-VI sepanjang 32,6 km dikerjakan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol.

Konstruksi Seksi 2 sepanjang 17,05 km dibagi menjadi dua fase. Fase I dari Ranca Kalong-Ciherang dengan panjang 6,35 km sudah selesai tahun 2017. Sementara fase II Ciherang-Sumedang dengan panjang 10,7 km saat ini progresnya sudah 37,03 persen atau lebih cepat dari rencana 32,38 persen.

Untuk Seksi I sepanjang 11,4 km saat ini masih dalam tahapan pembebasan lahan. Secara keseluruhan pemebebasan lahan yang menjadi porsi Pemerintah sudah 83 persen, untuk porsi BUJT mencapai 93 persen.

“Masing-masing terowongan tersebut memiliki panjang 472 meter dengan diameter 14 meter. Saat ini, pekerjaan terowongan untuk sisi kanan telah tembus 280 meter, sedangkan untuk sisi kiri sudah mencapai 376 meter. Mudah-mudahan Agustus (sisi kiri) bisa tembus. Sedangkan yang kanan mungkin akhir 2018 bisa tembus,” kata Basuki. Pembangunan terowongan kembar tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp 890 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljo menargetkan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi I dan II sepanjang 28,5 km dapat selesai pada akhir 2019. Demikian disampaikan Menteri Basuki saat meninjau terowongan kembar yang berada di seksi 2 ruas tol tersebut, Kamis (25/4).

( Baca : Tol Cisumdawi Seksi I dan II Ditargetkan Beroperasi Akhir 2019 )

Menteri Basuki Minta Tol Cisumdawu Rampung 2019 | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Pembangunan terowongan kembar itu membutuhkan biaya sebesar Rp890 miliar. Jalan tol Cisumdawu akan meningkatkan mobilitas barang dan jasa dari selatan-utara Jawa Barat karena menghubungkan Tol Purbaleunyi dengan jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang telah beroperasi. Dan, Tol Cisumdawu merupakan akses menuju Bandara internasional Kertajati di Majalengka.

Masih kata Basuki, dari empat seksi yang dikerjakan BUJT dibangun dengan investasi sebesar Rp8,7 triliun. Saat ini, seksi III sudah masuk tahap konstruksi, sementara seksi lainnya dalam tahap pembebasan lahan. Ditargetkan sepanjang 4 kilometer yang berada di seksi III, bakal selesai pada Maret 2019.

Terkait soal pekerja yang menggarap Tol Cisumdawa, Basuki menerangkan, totalnya mencapai 1.202 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 70 pekerja ialah tenaga ahli terowongan yang didatangkan dari China (Tiongkok).

Sementara untuk Seksi III-VI sepanjang 32,6 kilometer, dikerjakan badan usaha jalan tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol. Konstruksi Seksi II sepanjang 17,05 kilometer, dibagi menjadi dua fase. Untuk fase I dari Ranca Kalong-Ciherang sepanjang 6,35 kilometer, sudah rampung pada 2017.

Sementara fase II Ciherang-Sumedang sepanjang 10,7 kilometer, saat ini, progresnya mencapai 37,03%. Atau lebih cepat dari rencana sebesar 32,38%. Untuk Seksi I sepanjang 11,4 kilometer, saat ini, masih dalam tahap pembebasan lahan.
Secara keseluruhan, pembebasan lahan yang menjadi porsi pemerintah mencapai 83%. Sedangkan porsi BUJT lebih tinggi lagi yakni 93%.

Terkait terowongan kembar, Basuki menjelaskan, masing-masing memiliki panjang 472 meter dengan diameter 14 meter. Saat ini, pekerjaan terowongan untuk sisi kanan telah menembus 280 meter. Sementara untuk sisi kiri, sudah menembus 376 meter.
“Mudah-mudahan Agustus (sisi kiri) bisa tembus. Sedangkan yang kanan mungkin akhir 2018 bisa tembus,” kata Basuki.

Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 61,6 km pembangunannya terbagi ke dalam enam seksi, kata Basuki saat meninjau terowongan kembar yang berada di seksi 2 ruas tol itu di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018).

Seksi I dan II mulai dari Cileunyi hingga Sumedang didanai APBN dan pinjaman dari Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari viability gap fund (VGF), guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menargetkan, pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi I dan II sepanjang 28,5 kilometer, rampung akhir 2019.

Rifanfinancindo Berjangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s