PT Rifanfinancindo Berjangka

PDI-P Sebut Kasus Rekaman Rini Takkan Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

Kasus beredarnya rekaman pembicaraan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basyir | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 

PT Rifanfinancindo Berjangka

Sebelumnya, survei Litbang Kompas, elektabilitas Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan. Sementara elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi penantang terkuat petahana justru mengalami penurunan. Dikutip dari Kompas, Senin (23/4/2018), responden yang memilih Jokowi apabila pilpres digelar saat ini mencapai 55,9 persen.

Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, elektabilitas Jokowi masih 46,3 persen. Sementara itu, potensi keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu yang merekam angka 18,2 persen. Survei ini dilakukan pada 21 Maret-1 April 2018 sebelum Prabowo menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden di Rakornas Partai Gerindra, 11 April lalu.

“Ketika ada yang melibatkan keluarga, ini pelanggaran dari perintah Pak Jokowi,” kata Hasto. Karena itu, sudah seharusnya perintah Presiden Jokowi tersebut dipatuhi demi menjadikan BUMN betul-betul sebagai BUMN.

“Ketika keluaga campur tangan dalam urusan negara, itu tidak bisa dibenarkan,” kata Hasto.

Sementara Kementerian BUMN menyebut rekaman percakapan tersebut sengaja diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan. Rini dan Sofyan pun diakui melakukan diskusi mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina. Percakapan ini sudah terjadi setahun lalu.

Dalam diskusi tersebut, baik Rini maupun Sofyan memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan bahwa investasi tersebut memberikan manfaat maksimal bagi PLN, bukan membebani PLN.

Kasus beredarnya rekaman pembicaraan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basyir diyakini takkan memengaruhi elektabilitas Presiden Joko Widodo.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto ketika ditemui di Season City, Jakarta, Minggu (29/4/2018).

“Pak Jokowi sosok yang bersih dan pekerja keras,” ujar Hasto. Apalagi, sejak awal Presiden Jokowi telah menyampaikan agar para pembantunya di kabinet mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan atau keluarga.

 

Perlu Pemeriksaan Khusus Oleh KPK | PT Rifan Financindo Berjangka

Tidak berapa lama, giliran akun twitter @digembok yang ikutan mengunggah juga rekaman percakapan ini. Malah @digembok sampai membuat dalam 3 part.

“Gue nemu rekaman ini. (part 1) cc: @KPK_RI Suaranya Rini dengan Sofyan Basir Dengerin Yuk Ngomongin Persen-persenan#RIwayatpertaminakiNI,” tulis akun dengan jumlah follower 90 ribu ini.

Dalam rekaman itu, si empunya suara perempuan berbicara dengan lawannya mengenai pertemuan dengan seseorang yang disebut mereka sebagai “Pak Ari” untuk membahas pembagian fee.

Konteks rekaman juga masih belum jelas, bicara tentang apa. Biar penegak hukum yang kerja,” ucap Harry mengingatkan.

Diketahui, beredarnya rekaman yang diduga Rini Soemarno dengan Sofyan Basir pertama kali diunggah oleh akun instagram om_gadun, Jumat (27/4/2018). Dengan caption ‘Dashyaaatttt…!!!!

Mau kelanjutanhya? Om butuh 1000 likes #MafiaMigas #RIwayarpertaminakiNI’, om_gadun mengunggah sebuah video yang berisi rekaman percakapan dengan cove.

Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo meminta KPK melakukan pemeriksaan terkait beredarnya rekaman percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basir, terkait dugaan pembahasan pembagian fee.

“Perlu dilakukan pemeriksaan khusus oleh lembaga anti korupsi (KPK). Tapi, tergantung hasil pemeriksaannya,” ujar Politikus Gerindra itu kepada wartawan di Jakarta, Minggilu (29/4/2018).

Kendati demikian, Harry mengajak semua elemen tidak terlalu berpolemik dengan rekaman tersebut. Biarkan penegak hukum bekerja dengan profesional.

( Baca : Penjelasan Rini Soal Viral Rekaman dengan Dirut PLN )

Presiden PKS Minta Jokowi Usut Rekaman Menteri Rini-Dirut PLN | PT Rifan Financindo Berjangka

Saya kira ini benar-benar perilaku yang tidak profesional, kedua dia tidak etis. Saya kira ini benar-benar (harus) distop ya, dan saya kira kalau Pak Jokowi melihat ini sebagai sebuah persoalan besar saya kira ini harus diusut.” ungkap Sohibul.

Sebelumnya, penggalan rekaman percakapan tersebut tersebar luas di media sosial. Rekaman tersebut pertama kali diunggah di satu akun instagram dengan username walikota_parung, Jumat (27/4/2018) dengan caption ‘Dashyaaatttt…!!!! Mau kelanjutanhya? Om butuh 1000 likes #MafiaMigas #RIwayarpertaminakiNI’.

Dalam video tersebut berisikan rekaman yang diduga antara Menteri BUMN, Rini Soemarno dengan Dirut PLN, Sofyan Basir. Pada rekaman tersebut mereka menyinggung seseorang bernama Pak Ari.

“Sebetulnya prinsipnya saya kira persoalan Pertamina, persoalan PLN, persoalan sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak, tentu itu harus benar-benar dikelola dengan penuh profesionalisme, jangan basisnya itu adalah basis-basis yang nepotisme dan sebagainya,” Kata Sohibul Iman kepada wartawan, Minggu (29/4/2018).

Sohibul beranggapan dari percakapan yang bocor ke publik tersebut ada indikasi suara yang diduga Menteri BUMN tersebut terlalu mencampuri pengelolaan mengenai ‘fee proyek’ tersebut.

Publik dihebohkan dengan rekaman percakapan yang diduga antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir yang tersebar di media sosial. Dalam percakapan tersebut diduga menyangkut soal bagi-bagi fee proyek.

Hal tersebut juga mendapatkan perhatian dari salah satu pimpinan partai oposisi, yaitu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman.

Ia menyampaikan tanggapannya setelah hadir pada acara kampanye terbuka Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3 Sudrajat – Ahmad Syaikhu di Lapangan Multiguna, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

PT Rifanfinancindo Berjangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s