Uncategorized

Harga Hak Partisipasi Rio Tinto di Freeport Rp 49 Triliun

Rio Tinto semakin dekat untuk menjual hak partisipasinya di tambang Grasberg Freeport Indonesia | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 

PT Rifan Financindo

“Saya menduga mereka melihat aset itu dan berpikir, ‘Kita bisa melakukan yang lebih baik dengan modal, menginvestasikannya kembali ke operasi yang sudah ada atau memperbaiki neraca’.” kata dia.

Pembelian hak partisipasi Rio Tinto di Inalum sebagai bagian Indonesia dalam rangka mengambil 51% saham Freeport.

Inalum menyebut di awal bulan ini bahwa divestasi Freeport dalam mengendalikan saham masih sesuai rencana di 2018, meski pun harga dan skema kontrak masih dalam pembahasan.

Menurut analis dari Fat Prophets di Sydney, David Lennox, harga US$ 3,5 miliar yang ditawarkan Rio Tinto tidak terlalu besar, mengingat ukurannya dan neraca keuangan yang sehat.

Perusahaan tambang global, Rio Tinto semakin dekat untuk menjual hak partisipasinya di tambang Grasberg Freeport Indonesia kepada PT Inalum. Harga yang ditawakan Rio Tinto US$ 3,5 miliar atau setara Rp 49 triliun (kurs: Rp 14.000 per dolar AS).

Meski sudah intensif melakukan diskusi, pihak Rio Tinto menegaskan belum ada kesepakatan yang diraih dan juga belum ada kepastian terkait penandatanganan kesepakatan.

Mengutip Reuters, Rabu (23/5/2018), kabar penjualan ini digaungkan setelah divestasi aset Rio Tinto tidak bisa memenuhi syarat pengembalian dan mendukung neraca keuangan juga membayar utang perusahaan.

“Ini mungkin penjualan yang masuk akal – meningkatkan sedikit modal, menyingkirkan beberapa masalah tata kelola,” kata Rohan Walsh, manajer investasi di Karara Capital di Melbourne, investor di Rio Tinto.

 

Harga Hak Partisipasi Rio Tinto Rp 49 T, Ini Kata Rini | PT Rifan Financindo Berjangka

“Ini mungkin penjualan yang masuk akal – meningkatkan sedikit modal, menyingkirkan beberapa masalah tata kelola,” kata Rohan Walsh, manajer investasi di Karara Capital di Melbourne, investor di Rio Tinto, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/5/2018).

Pembelian hak partisipasi Rio Tinto di Inalum sebagai bagian Indonesia dalam rangka mengambil 51% saham Freeport.

Inalum menyebut di awal bulan ini bahwa divestasi Freeport dalam mengendalikan saham masih sesuai rencana di 2018, meski pun harga dan skema kontrak masih dalam pembahasan.

Dia hanya mengatakan bahwa Proses penyelesaian akuisisi masih ditargetkan sesuai dengan rencana awal, yakni rampung pada Juni 2018.

“Insyaallah masih bisa tercapai di Juni ini,” tuturnya.

Diketahui, kabar penjualan ini digaungkan setelah divestasi aset Rio Tinto tidak bisa memenuhi syarat pengembalian dan mendukung neraca keuangan juga membayar utang perusahaan.

Rini menjelaskan untuk saat ini dirinya masih belum bisa banyak bicara soal upaya akuisisi saham PTFI tersebut. Sebab saat ini masih dalam tahap finalisasi kontrak.

“Belum boleh, kemarin bicara dengan Pak Budi (Budi Gunadi/Dirut Inalum) karena kami masih dalam finalisasi untuk penandatangan head of agreement,” ujarnya.

Perusahaan tambang global, Rio Tinto dikabarkan menjual hak partisipasinya di tambang Grasberg Freeport Indonesia (PTFI) kepada PT Inalum senilai US$ 3,5 miliar atau setara Rp 49 triliun (kurs: Rp 14.000 per dolar AS).

Saat dikonfirmasi terhadap nilai penjualan tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno masih belum bisa memberi banyak komentar. Dia mengaku baru bisa memberi komentar ketika telah melakukan kontrak persetujuan.

“Yee kan saya bilang nanti kalau kami sudah tanda tangan head of agreement baru bisa bicara,” kata Rini singkat saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2018).

( Baca : Pameran GIIAS Tahun Ini Diselenggarakan Lebih Awal )

 

Rio Tinto Buka Harga USD3,5 M untuk 40% PI di Freeport | PT Rifan Financindo

Rio Tinto juga mengonfitmasi bahwa diskusi antara pihaknya, Inalum dan Freeport masih terus berlangsung. Diskusi ini juga termasuk mengenai harga yang ditawarkan. “Belum ada kesepakatan yang tercapai dan belum ada kepastian bahwa perjanjian yang mengikat akan ditandatangani,” demikian disebutkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan membeli hak partisipasi milik Rio Tinto di PT Freeport Indonesia, guna mendapatkan 51% saham yang harus didivestasikan PT Freeport Indonesia (PT FI).

Cara ini ditempuh karena hingga saat ini pemerintah masih belum mencapai kesepakatan dengan Freeport terkait kewajiban divestasi yang harus dilakukan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Rio Tinto akhirnya mengumumkan penawaran harga atas 40% hak partisipasi (participating interest/PI) yang dimilikinya di PT Freeport Indonesia. Dalam laman resminya, riotinto.com, Rio Tinto mengumumkan bahwa harga yang ditawarkan untuk pembelian 40% hak partisipasi tersebut adalah sebesar USD3,5 miliar (sekitar Rp49 triliun, pada kurs Rp14.000/dolar AS).

Rencananya, pemerintah Indonesia melalui holding BUMN tambang yaitu PT Inalum (Persero) akan membeli hak partisipasi tersebut, sebagai jalan menguasai 51% saham yang harus didivestasikan Freeport.

“Rio Tinto mencatat laporan tentang potensi pembelian oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) atas hak partisipasi Rio Tinto di tambang Grasberg Indonesia adalah sebesar USD3,5 miliar,” ungkap perusahaan seperti dikutip SINDOnews di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

 

PT Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s