Rifanfinancindo

Harganya Tembus Rp1 Miliar, Tapi Motor Honda Ini Laris Manis di Indonesia

Motor bongsor dari Honda satu ini emang patut diacungi jempol | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 

Rifanfinancindo

Tapi justru motor itu dijual berdasarkan pemesanan konsumen.

“Jadi benar-benar untuk mereka yang hobi dengan motor dan juga Gold Wing-nya itu sendiri,” kata Thomas.

Ario, Head of Marketing PT Wahana Makmur Sejati (WMS) ketika ditanya oleh Kompas.com belum lama ini mengatakan untuk wilayah DKI Jakarta dan Tangerang sudah ada lima konsumen yang membeli Gold Wing.Bisa dikatakan, Honda Gold Wing mencatat hasil yang cukup baik di Indonesia.

Padahal jika ditimbang-timbang, Honda Gold Wing harganya termasuk mahal, yaitu Rp 1,01 miliar on the road DKI Jakarta.

“Pengiriman ke konsumen baru tiga unit, kita harapkan bisa ke kirim semuanya pada kuartal ketiga tahun ini,” ujar Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) dikutip dari Kompas.com, Jumat (25/5/2018).

Sebenarnya, Gold Wing itu tidak memiliki target penjualan per bulan atau per tahunnya.

Motor bongsor dari Honda satu ini emang patut diacungi jempol.

Dalam waktu satu bulan sejak peluncurannya, Honda Gold Wing, sudah laku puluhan unit.

Totalnya yang laku terjual berjumlah 21 unit.

( Baca : Motor Harga Rp 1 Miliar Ini Sudah Terjual Puluhan Unit )

 

Digempur Kompetitor, Honda CBR250RR Terus Tancap Gas | PT Rifan Financindo Berjangka

Honda CBR250RR tampil lebih futuristik lewat garis bodi tajam dan lampu depan sipit. Tubuhnya kompak dengan bobot hanya 165 kg saja, paling ringan dibanding kompetitornya. Aplikasi knalpot dua tabung turut memperkuat kesan agresif dan sportynya. Ditambah lagi, motor Honda ini punya dua pilihan jubah edisi special: Repsol dan The Art of Kabuki. Sehingga konsumen punya lebih banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan selera.

Melihat dapur pacunya, CBR250 dinilai sangat bertenaga daripada pesaingnya dengan mesin berkapasitas 249,7 cc 2-silinder DOHC yang bisa memuntahkan torsi puncak 23,3 Nm pada 11.000 rpm dan tenaga maksimal 38,7 PS pada 12.500 rpm. Sistem transmisinya pun menggunakan 6-percepatan manual.

Dalam hal pencahayaan Honda CBR250RR sudah full LED, panel instrumen full LCD, suspensi upside down dan ada juga tiga pilihan mode berkendara. Diantaranya adalah mode comfort (santai), sport (agresif) dan sport+ (full power). Motor ini dibanderol Rp 65-70 jutaan.

Mungkin AHM akan melakukan sesuatu terhadap CBR 250 mengingat kompetitor juga keluar produk baru. Mungkin perlu refreshing. Tapi sejauh ini produk kita tidak ada masalah,” lanjutnya.

Meskipun seperti itu, pesaing dari Kawasaki Ninja 250, KTM Duke 250, dan Yamaha R25 ini masih cukup laris. Jadi sifat optimis wajar saja diterapkan oleh Ario.

“Secara peformance motor kita tetap unggul. Tetapi ya kembali lagi ke selera dari orang yang pakai. Sejauh ini sih tidak ada masalah, penjualan cukup baik sehingga kita tetap optimis,” katanya.

Persaingan sepeda motor sport berkapasitas menengah 250cc cukup panas tahun ini. Pasar motor tersebut sedang lesu sehingga beberapa produsen pun mengeluarkan berbagai cara agar produknya bisa laris di pasaran. Salah satunya dengan mengeluarkan produk baru.

Namun hal itu belum dilakukan oleh Honda yang memiliki motor di segmen tersebut yakni CBR250RR. PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku diler utama motor Honda di Jakarta dan Tangerang pun berharap PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan penyegaran di pada model CBR250RR agar bisa bersaing dengan sang rival.

“CBR 250 masih baik walaupun sedikit terganggu dengan kompetitor yang punya model baru. Namun kita tetap terus tancap gas dan optimis,” papar Head of Marketing PT Wahana Makmur Sejati, Ario kepada wartawan di Jakarta.

Motor Listrik Honda Paling Cepat Akhir Tahun 2018 | PT Rifan Financindo Berjangka

Honda tahun 2016 lalu sempat menyiapkan 2 unit sepeda motor listrik Honda EV Neo untuk diuji di Indonesia. Program Uji Coba Perilaku Berkendara dengan Sepeda Motor Listrik digulirkan melalui kerjasama antara pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, akademisi (Universitas Indonesia), dan pihak industri (AHM).

Uji Coba Perilaku Berkendara dengan Sepeda Motor Listrik dilakukan pada periode September-Oktober 2016 dengan melibatkan para pengguna sepeda motor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok,

Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Metode uji coba dilakukan melalui pengamatan dan pengalaman perilaku berkendara dengan sepeda motor listrik Honda EV Neo yang disediakan sepanjang program berlangsung.

Kalau di luar negeri itu charging stationnya sudah cukup memadai, nah kita harus sesuaikan ke situ dari infrastuktur. Lalu keamanan untuk baterainya juga tidak main-main karena ini high voltage. Selama penggunaan, pengisian, kemudian jadi limbah, itu yang sangat-sangat diperhatikan jangan sampai kita menjadi neara yang penuh dengan limbah baterai,” paparnya.

Lantas, kapan kah penerapan sepeda motor listrik di Indonesia? “Kita belum tahu, masih studi. Karena banyak yang berubah. Namun kita lihat prosesnya masih panjang,” tutup Thomas.

“Pertama akselerasinya lebih baik. Lalu suara knalpot. Kita lihat sendiri kan orang Indonesia itu sering melakukan gas-rem-gas-rem. Geber-geber. Nah ini kita lihat dahulu karena keinginan konsumen seperti apa kalau ini tidak ada,” lanjutnya.

Lalu, masih kata Thomas, infrastruktur dan penanggulangan baterai adalah sisi yang tidak bisa diabaikan. Karena, kalau dahulu saat perpindahan motor bebek ke matik infrastruktur tidak berubah. Pun dengan limbahnya karena masih memakai bahan bakar fosil.

“Motor listrik kita perkiraan akhir tahun atau awal tahun depan. Tapi untuk responsnya sendiri kita belum tahu karena ini agak berbeda ya. Kalau dulu perpindahan motor bebek ke matik kan lebih kepada fungsional dan cara mengendarai. Nah kalau disini, perpindahan ke motor listrik itu banyak yang berubah, feeling ridingnya totally berbeda,” ucap Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya kepada wartawan di Jakarta.

“Motor listrik kita perkiraan akhir tahun atau awal tahun depan. Tapi untuk responsnya sendiri kita belum tahu karena ini agak berbeda ya. Kalau dulu perpindahan motor bebek ke matik kan lebih kepada fungsional dan cara mengendarai. Nah kalau disini, perpindahan ke motor listrik itu banyak yang berubah, feeling ridingnya totally berbeda,” ucap Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya kepada wartawan di Jakarta.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s