Rifan Financindo Berjangka

Disebut Tak Perhatikan Kesejahteraan Tenaga Honerer, Kemenpan-RB Buka Suara

(PAN-RB) buka suara terkait kisruh tenaga honorer K2 | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Rifan Financindo Berjangka

 

Namun sayangnya, ketika itu banyak sekali tenaga honorer K2 yang tidak lulus seleksi. Menurut perkiraannya ada sekitar 438.000 tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS pada tahun 2013 lalu.

“Yang saat ini kita berkembang adalah yang tidak lulus saat itu. Regulasi pemerintah telah ikuti aturan yang disepakati,” jelasnya.

Sementara itu terkait gaji, menurutnya hal tersebut bukanlah kewenangan dari pemerintah. Karena menurutnya, tenaga honorer sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab dari Kementerian atau Lembaga yang merekrutnya.

“Kami ingin menanyakan balik. Sebetulnya tenaga honorer direkrut siapa? Artinya yang merekrut lah yang harus bertanggung jawab untuk itu,” jelasnya.

Padahal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 20015 dan PP Nomor 56 tahun 2012 Dangan jelas disebutkan mengenai status dari tenaga honorer. Dalam aturan tersebut, tenaga honorer yang bekerja setahun setelah 31 Desember 2005 dengan rentang usia antara 19 hingga 46 tahun.

“Kriteria tenaga honorer ini. Pertama ada peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2005 juncto pp 43 tahun 2007, yang mendefinisikan tenaga honorer sebelum ada istilah K1. Jadi sebetulnya ini definisi tenaga honorer untuk semuanya, yaitu dibiayai oleh APBN atau APBD dengan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang di instansi pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu terkait masalah pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi PNS, harus melalui mekanisme tes CPNS. Sebab melalui tes, maka bisa menyaring tenaga-tenaga handal yang ada di bidang tersebut.

“Terkait dengan bagaimana sejauh ini pemerintah sangat perhatikan tenaga honorer. Dan saya ingin jelaskan, dari mulai periode pertama 2005-2009, kemudian 2010-2014, dan kami ingin jelaskan definisi sesungguhnya dari tenaga honorer k2 ini,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) buka suara terkait kisruh tenaga honorer K2 yang sedang berkembang belakangan ini. Sebab banyak tenaga honorer K2 yang lagi-lagi tak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan diperhatikan kesejahteraannya oleh pemerintah.

Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Setiawan Wangsa mengatakan, pemerintah justru sangat memperhatikan tenaga honorer selama ini. Hanya saja, ada kesalahpahaman dari Pemerintah Daerah dalam mengartikan Tenga honorer.

Pemerintah Siapkan Opsi untuk Honorer yang Tak Lulus Tes CPNS | PT Rifan Financindo Berjangka

Meskipun demikian, ia mengaku pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah, yakni memvalidasi ulang terhadap data yang ada. Sebab yang ada saat ini adalah data lima tahun lalu. “Apakah data-data tersebut masih ada keberadaannya, karena ini kan sudah ada yang beralih profesi, bahkan meninggal dan sebagainya,” tutur Setiawan. Pemerintah dan DPR akan kembali melakukan rapat gabungan mengenai tenaga honorer pada akhir Juli 2018.

Karena pada kenyataannya, kalau berdasarkan PP Nomor 56 Tahun 2012 sebetulnya itulah tenaga honorer K-2 harus dites satu kali dan pemerintah sudah melakukan,” ujar Setiawan. Pada 2013, sebanyak 209.000 orang tenaga honorer yang lulus seleksi CPNS. Total tenaga honorer yang menjadi peserta seleksi saat itu adalah 648.000 orang. Pemerintah, kata Setiawan, memiliki opsi bagi mereka yang tak lulus tes CPNS. Opsi pertama, bagi mereka yang masih memenuhi syarat untuk mendaftar seleksi CPNS, dipersilakan kembali ikut seleksi. “Kedua, bagi mereka yang sudah tidak memenuhi syarat untuk daftar sebagai PNS, tapi masih memenuhi syarat sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), silakan ikut seleksi,” ungkap Setiawan.

“Harus ada kebijakan politik (untuk) 438.000 tenaga honorer yang belum terakomodasi,” ujar Syarifudin. Sebab, menurut dia, tenaga honorer tersebut sudah memberikan kontribusi kepada negara. Oleh karena itu, nasib mereka pun harus dipertimbangkan. Terkait hal ini, Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmadja mengungkapkan, pemerintah secara internal bakal membahas hal tersebut. Pembahasan akan fokus pada solusi bagi tenaga honorer K-2 yang tak lulus seleksi CPNS.

DPR dan Pemerintah menggelar rapat gabungan terkait tenaga honorer K-2, Senin (4/6/2018). Rapat menyoroti banyaknya tenaga honorer K-2 yang tidak lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menyebut, pada 2013, terdapat 438.590 orang tenaga honorer yang tidak lulus seleksi CPNS. Dari jumlah tersebut, yang terbanyak adalah tenaga honorer administrasi. Anggota Komisi I DPR Syarifudin Hasan menyoroti nasib tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS. Menurut dia, harus ada kebijakan untuk mengakomodasi nasib mereka.

Ini Hasil Lengkap Rapat 3 Jam Pemerintah-DPR soal Tenaga Honorer | PT Rifan Financindo Berjangka

Berikut daftar lengkap kesimpulan Rapat Kerja Gabungan Komisi I, II, IV, VIII, IX , X, dan XI bersama pemerintah yang diwakili oleh Mendikbud, Kemenpan RB, Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, Kemenag, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kementerian Luar Negeri.

1. Pemerintah akan menyelesaikan status Tenaga Honorer K-2 yang belum lulus tes sebanyak 438.590 orang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. DPR Rl dan Pemerintah sepakat akan melakukan Rapat Kerja Gabungan lanjutan pada hari Senin, Tgl. 23 Juli 2018 dengan agenda Tahapan Penyelesaian Tenaga Honorer K-2 dan akan mengundang juga Menteri Pertanian RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Kesimpulan pertama adalah pemerintah akan menyelesaikan status tenaga honorer K2 yang belum lulus dalam tes pada tahun 2013 lalu. Terdapat sekitar 438.580 orang yang harus ditangani oleh pemerintah dan tentunya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

( Baca : DPR dan pemerintah gelar rapat bahas nasib honorer K-2 )

“Pertama kesimpulannya dari pemerintah secara internal pemerintah pun kan harus membahas ini itu yang pertama. Artinya bahwa bagaimana menyelesaikan tenaga honorer k2 yang tidak lulus jadi ini tanda kutip ya yang tidak lulus yang harus diselesaikan,” ujar Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Setiawan Wangsa saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Selain itu kesimpulan kedua adalah pemerintah dan DPR RI sepakat untuk kembali menggelar rapat kerja gabungan lanjutan pada pekan depan. Pada rapat tersebut turut diundang Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Dalam rapat tersebut, ada dua kesimpulan yang dihasilkan terkait nasib tenaga honorer. Kedua kesimpulan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti untuk memberikan jalan keluar atas keluhan para tenaga honorer selama ini.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menggelar rapat gabungan dengan pemerintah di ruang Badan Musyawarah (Bamus) Gedung DPR-RI. Rapat gabungan tersebut bertujuan untuk membahas mengenai nasib serta kesejahteraan tenaga honorer Kategori 2 (K2).

Turut hadir dari pihak pemerintah adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan-RB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama. Sementara pihak DPR dihadiri oleh Komisi I, II, IV, VIII, IX, X, XI. Rapat sendiri berlangsung sekitar 3 jam lebih. Rapat dimulai pada pukul 10.45 WIB dan berakhir pada pukul 13.35 WIB

Rifan Financindo Berjangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s