Rifanfinancindo Berjangka

Skandal Asmara yang Bikin CEO Intel Mundur

Skandal asmara yang membuat CEO Intel Bryan Krzanich mengundurkan diri masih misterius | PT Rifan Financindo Berjangka

 

 

Rifanfinancindo Berjangka

Setelah mundurnya Krzanich, Intel menunjuk Chief Financial Officer (CFO), Robert Swan sebagai CEO Interim (sementara), berlaku secepatnya. Sebagai CEO sementara, Swan akan mengatur kendali operasi bekerja sama dengan tim kepemimpinan senior Intel. Swan sendiri telah menjabat sebagai CFO Intel sejak Oktober 2016 dan memimpin tim finansial global, IT, dan strategi korporasi organisasi. Sebelumnya, Swan pernah menjabat sebagai CFO di eBay Inc., CFO Electronic Data Systems Corp, dan juga menjabat sebagai CEO Webvan Group Inc. “Dewan direksi sangat yakin dengan strategi Intel, dan kami percaya Bob Swan mampu memimpin perusahaan, selagi kami mencari CEO berikutnya,” kata Chairman Intel, Andy Bryant.

Selama 50 tahun sejarahnya, atau hingga pengangkatan Krzanich, Intel memang selalu memilih pemimpin dari hasil didikan internalnya. Proses tersebut antara lain dengan cara meminta orang yang sedang memimpin untuk memberi bimbingan intensif pada kandidat petinggi perusahaan. Kandidat tersebut kemudian diuji dan dipromosikan hingga menduduki jabatan presiden. Demikian terus berulang, sehingga suksesi kepemimpinan di Intel merupakan proses yang jelas.

Intel memang meminta para pegawainya untuk melapor saat menemukan indikasi skandal asmara. Hal ini sesuai dengan peraturan perusahaan yang dibuat pada 2011, yang melarang golongan hubungan asmara dan sejenisnya pada pegawai level manajer ke atas. Perusahaan kemudian menyelidiki laporan tersebut dan menemukan bukti bahwa pria yang biasa dipanggil BK itu memang pernah menjalin asmara dengan seorang pegawai. Efeknya membuat dia harus mengundurkan diri, meski sebenarnya hubungan asmara mereka sudah lama berakhir. Krzanich sendiri sebenarnya telah memiliki seorang istri dan dua orang anak perempuan. Anak pertamanya masih kuliah, sedangkan anak keduanya masih duduk di bangku SMA. Krzanich telah bekerja di Intel setidaknya selama 36 tahun. Awalnya, dia bekerja sebagai teknisi Intel di New Mexico pada 1982. Pelan-pelan karirnya menanjak, mulai dari posisi manajer pabrik, naik lagi menjadi Chief Operating Officer, dan terakhir dipromosikan menjadi CEO.

Skandal asmara yang membuat CEO Intel Bryan Krzanich mengundurkan diri masih misterius. Selain efeknya dan kebijakan internal perusahaan terkait hubungan antar pegawai, ada banyak hal yang masih belum terungkap. Penyelidikan perusahaan, sebagaimana disebutkan dalam keterangan yang dimuat dalam blog resmi Intel, menyebutkan bahwa Krzanich pernah memiliki hubungan asmara dengan salah satu pegawai. Tidak diketahui kapan pastinya hubungan itu dimulai, siapa pegawai yang dimaksud, serta kepastian apakah sang pegawai dalam skandal ini masih bekerja di Intel atau tidak. Sumber hanya menyebutkan bahwa Krzanich berhubungan dengan sang pegawai sekitar bertahun-tahun yang lalu. Adapun hubungan tersebut berlangsung lama, dan telah selesai beberapa tahun lalu. Tetapi sebagaimana dilansir KompasTekno dari Bloomberg, Jumat (22/6/2018), hubungan itu baru diketahui sepekan lalu, ketika seorang pegawai melaporkan mengenai adanya skandal asmara antara petinggi perusahaan dengan staff-nya.

 

CEO Intel Mengundurkan Diri Gara-gara Skandal | PT Rifan Financindo Berjangka

 

Kendati demikian, Intel menolak memberikan informasi lebih lanjut. Krzanich (58) diangkat menjadi CEO Intel pada Mei 2013, dan bertanggung jawab untuk memindahkan fokus perusahaan ke pusat data yang berkembang dari komputer pribadi.

Saham Intel meningkat lebih dari dua kali lipat selama masa jabatannya. Baru-baru ini, ia digoyang isu kelemahan keamanan dalam chip Intel yang memungkinkan hacker atau peretas mencuri data dari komputer.

Swan telah menjadi CFO Intel sejak Oktober 2016 dan sebelumnya menghabiskan sembilan tahun sebagai CFO eBay Inc.

Pemegang saham Intel lalu menunjuk Chief Financial Officer Robert Swan sebagai CEO sementara dan mengatakan telah membuka lowongan untuk CEO permanen, termasuk kandidat internal dan eksternal.

Investigasi yang sedang berlangsung oleh penasihat internal dan eksternal telah mengkonfirmasi terjadi pelanggaran kebijakan non-fraternization Intel. Ini berlaku untuk semua manajer,” kata Intel, dalam sebuah pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters.

Mundurnya Krzanich adalah yang terbaru dalam barisan orang-orang kuat dalam bisnis dan politik akibat skandal atau hubungan yang dianggap tidak pantas – sebuah fenomena yang disorot oleh gerakan #MeToo.

Kepala Eksekutif Intel Brian Krzanich mengundurkan diri pada Kamis hari ini, 21 Juni 2018, setelah penyelidikan internal perusahaan yang mengungkapkan ada hubungan konsensual antara dirinya dengan seorang karyawan. Hal ini jelas melanggar kebijakan perusahaan pembuat chip asal Amerika Serikat tersebut.

 

 

Skandal Asmara Paksa CEO Intel Mundur | PT Rifan Financindo Berjangka

“Bob punya andil dalam pengembangan dan eksekusi strategi Intel. Dan kami tahu bahwa perusahaan kami akan dengan mudah melewatinya. Sementara itu, kami juga menghargai kontribusi Brian di Intel,” sambung Andy.

Saat ini, dewan direksi Intel tengah menyusun rencana untuk penerus Krzanich. Pencarian sosok CEO pengganti Krzanich yang permanen pun sudah dilakukan di antara kandidat internal dan eksternal hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Intel menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi jika Krzanich pernah menjalin hubungan dengan seorang pegawai Intel. Investigasi yang sedang dijalankan pengacara internal dan eksternal Intel telah mengonfirmasi adanya pelanggaran terhadap kebijakan perusahaan yang melarang semua manager tidak boleh menjalin hubungan dengan pegawai.

Mengingat bahwa semua karyawannya harus menghargai nilai-nilai dalam perusahaan dan mematuhi tata terbib, maka dewan direksi menerima pengunduran diri Krzanich.

“Dewan direksi sangat yakin dengan strategi Intel, dan kami percaya akan kemampuan Bob Swan memimpin perusahaan selagi kami mencari CEO berikutnya,” kata Chairman Intel Andy Bryant, dikutip dari situs resmi Intel, Jumat (22/6/2018).

( Baca : Anjlok 75%, Saham Bakrie & Brothers Dibekukan )

Kabar mengejutkan datang dari Intel dengan mundurnya sang CEO Brian Krzanich. Hal ini dipicu skandal asmara yang melibatkan dirinya dengan salah satu pegawainya.

Pengunduran diri Krzanich diumumkan dalam siaran pers yang ditampilkan di situs resmi Intel pada Kamis (21/6) malam waktu Amerika Serikat. Krzanich melepas jabatan CEO sekaligus posisi di dewan direksi Intel.

Raksasa produsen chip tersebut kemudian langsung menunjuk Chief Financial Officer Robert Swan sebagai CEO Interim atau sementara. Penunjukkan ini berlaku segera setelah pengunduran diri Krzanich.

 

Rifanfinancindo Berjangka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s